Skandal Cadangan Devisa, Dimana Oligarki Taipan SDA Menyimpan Uang Mereka?

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 1 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu sumber daya alam Indonesia. (Dok. Riau.go.id)

Salah satu sumber daya alam Indonesia. (Dok. Riau.go.id)

INFO EKSPRES – Eksploitasi Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia makin masiv, hutan dihabisi, bahkan hutan lindung juga dimakan, lahan hutan telah habis untuk menanam sawit dan menambang Batubara.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.

Sebelum menanam sawit terlebih dahulu telah ditebangi pohonnya, kayu bernilai ratusan triliun dibabat habis.

Tapi kemana uang hasil jual sawit, Batubara, minyak dan gas yang dieksploitasi habis habiskan dari bumi Indonesia ini?

Kemana uang hasil ekspor ini mengalir? Kemana kekayaan hasil penjarahan bumi air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya ini dibawa kabur?

Hingga tidak ada sepeserpun yang disimpan di Indonesia, di bank bank di dalam negeri.

Bayangkan saja cadangan devisa indonesia menurun disaat mabok SDA oligarki Indonesia. Cadangan devisa broo turun.

Sesuatu yang selalu diusahakan diperjuangkan oleh presiden Jokowi. Cadangan devisa alias uang masuk hasil ekspor lah kok malah menurun.

Data Bank Indonesia menunjukkan cadangan devisa april 2022 senilai 135,7 miliar dolar. Badingkan dengan cadangan devisa april 2021 sebesar 138,8 miliar dollar AS. turun kang Mas!

Seharusmya cadangan devisa bertambahlah barang ceban atau gopek ditengah hingar bingar kenaikan harga komoditas global, terutama kenaikan harga komoditas menjadi andalan Indonesia.

Harga Batubara lompat ke 400 dolar per ton, yang dulu hanya 60 dolar per ton. Harga sawit melompat ke 6700 ringgit seton, yang tahun lalu hanya 4000 ringgit per ton.

Astaga! Uang dari dua komoditi itu saja yakni Batubara bisa senilai 240 miliar dolar dan dari sawit bisa mencapai 335 miliar ringit.

Dari batubara bisa dapat cuan devisa 3480 triliun dan dari sawit bisa dapat kepeng 1115 triliun rupiah. Ini belum Nickel, Timah, Emas, perak, tembaga. Luar biasa besar uang hasil keruk SDA negeri ini.

Kita memang hanya bisa meneteskan air liur. Oleh karena SDA ini bukan punya negara tapi punya oligarki dan taipan maka uang hasil keruk SDA memang tidak ada hubungannya dengan negara. Uang hasil keruk SDA tidak dibagi pada negara.

Walaupun demikian presiden bisa minta tolong pada oligarki dan taipan untuk simpan uangnya di dalam negeri, ditaruh di bank bank dalam negeri, ditaruh di bank bank BUMN. Dengan demikian uang tidak terlalu kering seperti sekarang ini.

Nantinya kalau bank bank banyak uang, BUMN bisa minjam ke bank. Selain itu bank bisa menyisihkan untuk anak yatim. fakir miskin, janda janda tua.

Jadi dengan demikian tidak ada satu anak Indonesia yang kelaparan pagi pagi mengais makanan dari sisa sisa.

Ayo lah negara bikin Kementerian Anak Yatim Fakir Miskin dan Janda Tua yang dananya disisihkan 10 persen dari hasil eksplotasi SDA.

Insha Allah kekayaan alam Indonesia akan tambah banyak dan tak habis habisnya.

Opini: Salamuddin Daeng, Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI).***

 

Berita Terkait

Hallo Oto Diluncurkan, HMN Media Perluas Jaringan Digital untuk Menangkap Peluang Industri Otomotif
Hallo Oto Diluncurkan, HMN Media Perluas Jaringan Digital untuk Menangkap Peluang Industri Otomotif
Hallo Oto Diluncurkan, HMN Media Perluas Jaringan Digital untuk Menangkap Peluang Industri Otomotif
New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital
New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital
SapuLangit Media Center Perluas Distribusi Siaran Pers ke Lebih dari 200 Media Online untuk Manajemen Reputasi,ć
OJK Sampaikan Keynote Soal Pengawasan Lembaga Efek
Kecepatan Tayang Jadi Solusi Distribusi Press Release di Platform Media Sosial, Siarannews.com Gandeng NMN

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Hallo Oto Diluncurkan, HMN Media Perluas Jaringan Digital untuk Menangkap Peluang Industri Otomotif

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Hallo Oto Diluncurkan, HMN Media Perluas Jaringan Digital untuk Menangkap Peluang Industri Otomotif

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Hallo Oto Diluncurkan, HMN Media Perluas Jaringan Digital untuk Menangkap Peluang Industri Otomotif

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:38 WIB

New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:10 WIB

New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital

Berita Terbaru

Pers Rilis

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:18 WIB