INFO EKSPRES – Gempa Papua Nugini Magnitudo 7,6 ini sempat membuat Pusat Peringatan Tsunami Pasifik mengeluarkan peringatan dini tsunami.
Namun, peringatan itu hanya berlaku beberapa menit, kemudian setelah itu dicabut.
“Gempa bumi didasarkan pada Pacific Tsunami Warning Center (PTWC) atau Pusat Peringatan Tsunami Pasifik.”
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Thunes Luncurkan Pembayaran di Waktu Nyata ke Selandia Baru
Musim Mas Resmikan Smart Class di UINSU, Dukung Pembelajaran Digital dan Generasi Unggul 2045
Shanghai Electric Catat Kinerja Positif pada 2025, Nilai Pesanan Baru Capai Rekor Tertinggi

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Menurut PTWC, tsunami mungkin terjadi,” demikian peringatan PTWC dikutip, Minggu, 11 September 2022.
Menurut data BMKG, gempa terjadi pada Minggu, 11 September 2022 pukul 06.47 WIB.
Gempa tersebut berpusat di darat, 352 km barat laut Port Moresby, Papua Nugini.
Baca Juga:
Mouser Electronics Bahas Peran Kecerdasan Buatan dalam Mengubah Teknologi dan Pengalaman Sehari-hari
“Gempa ini dirasakan (MMI):II – III Merauke, II Jayapura. Dan II Wamena,” tulis BMKG.
Gempa ini dirasakan dalam skala II-III MMI di Merauke dan skala II MMI di Jayapura dan Wamena.
Skala II MMI artinya getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Sementara skala III MMI berarti getaran dirasakan nyata dalam rumah dan seakan-akan ada truk berlalu.
BMKG mewanti-wanti terjadinya gempa susulan.
“Saran BMKG. Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi,” katanya.***









