INFOEKSPRES.COM – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar bertemu empat mata, dengan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra.
Pertemuan berdua itu, dilakukan di sela-sela kunjungan elit PBB di kantor DPP PKB Jakarta, Kamis 16 Maret 2023.
Yusril tiba bersama belasan elit PBB sekitar pukul 15.30 WIB. Dia diterima Muhaimin dan elit PKB di ruangan pertemuan lantai dasar kantor PKB.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Pizza Hut Indonesia dan TUKR Rayakan 10 Tahun Pizza Maker Junior Ajak Anak Peduli Lingkungan
InfiMotion Technology Tampil Perdana ke Publik, Pamerkan Kapabilitas Lengkap E-Drive di Wuxi
Pemenang Stevie® Awards for Technology Excellence Tahunan Ketiga Diumumkan

SCROLL TO RESUME CONTENT
Beberapa menit kemudian, Muhaimin mengajak Yusril berbincang di salah satu ruangan lain di kantor tersebut.
Artikel ini dikutip dari media online Hello.id, salah satu portal berita nasional terbaik di Indonesia. Terima kasih.
“Reuni khusus, karena pernah menjadikan Gus Dur sebagai presiden,” ungkap Muhaimin.
Baca Juga:
High Tea bertema Winnie the Pooh Disney di SKAI
AdaKami Bangun Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak untuk Warga Dusun Banjarsari Lampung Selatan
T’way Air Luncurkan Program “Explore Korea, One Destination at a Time”
Selain itu, kata Muhaimin, Yusril juga pernah menjadikan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden.
“Saya ingin cek kesaktian beliau, siapa yang menang di 2024,” katanya berkelakar.
Sementara itu, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra mengakui kedekatannya dengan PKB sejak tahun 1998, pada masa kepemimpinan almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
“Persahabatan yang luar biasa dan susah untuk dilupakan selama-lamanya,” katanya menegaskan.
Baca Juga:
UOB Asset Management Soroti Ketahanan Ekonomi Global di Tengah Kondisi yang Semakin Tidak Menentu
Shanxi Gelar Dialog Global tentang Pelestarian Warisan Budaya
Yusril juga menceritakan pengalamannya pada tahun 1999, saat mengusung Gus Dur jadi calon presiden.
“Pada waktu itu saya diminta mundur. Saya pun berpidato singkat di MPR, saya mengundurkan diri dan memberi kesempatan kepada saudara saya, Abdurrahman Wahid,” ungkap Yusril.***










