Home / Ekonomi

Rabu, 8 Juni 2022 - 13:40 WIB

3 Kali Pemanggilan Kasus Merek Beras, Wilmar Padi Indonesia Tak Penuhi Agenda Pemeriksaan

Kuasa Hukum Luwia Farah Utari, Mohamad Ali Imran Ganie. (Dok. Imran Gani & Partner)

Kuasa Hukum Luwia Farah Utari, Mohamad Ali Imran Ganie. (Dok. Imran Gani & Partner)

INFO EKSPRES – Pemeriksaan dugaan tindak pidana merek bera dilaporkan oleh Firma Hukum Imran Ganie & Partners selaku kuasa hukum Luwia Farah Utari dengan nomor STTLP/B/5594/XI/2021/SPKT/Polda Metro Jaya terhadap PT. Wilmar Padi Indonesia.

Kini terdapat fakta baru, pihak PT Wilmar Padi Indonesia nampaknya tidak dapat memenuhi agenda pemeriksaan kurang lebih 3 kali dalam permintaan keterangan atau pemeriksaan yang akan dilakukan oleh penyidik Polda Metro Jaya.

“Pihak PT. Wilmar Padi Indonesia nampaknya tidak dapat memenuhi agenda pemeriksaan kurang lebih 3 kali dalam permintaan keterangan atau pemeriksaan yang akan dilakukan oleh Penyidik Polda Metro Jaya.”

Baca Juga :  Pemerintah Terbitkan PP 28 Tahun 2022 Sebagai Akselerasi Pengurusan Piutang Negara

“Cenderung tidak kooperatif dan tidak memiliki Iktikad baik dalam menyelesaikan kasus ini,” ujar Imran pada keterangannya, Rabu, 8 Juni 2022.

Kuasa Hukum Luwia Farah Utari, Mohamad Ali Imran Ganie juga menyampaikan apreasi dan penghargaan setinggi-tinggi kepada Kepolisian Republik Indonesia.

Khususnya Polda Metro Jaya yang telah menerima laporan Luwia Farah Utari dan melakukan penyelidikan dan penyidikan atas laporan tersebut.

Baca Juga :  Jika Anies Baswedan Jadi Calon Presiden maka Andika Dapat Dinegoisasi untuk Cawapres

“Pihak PT. Wilmar Padi Indonesia nampaknya tidak dapat memenuhi agenda pemeriksaan kurang lebih 3 kali dalam permintaan keterangan atau pemeriksaan yang akan dilakukan oleh Penyidik Polda Metro Jaya.”

“Cenderung tidak kooperatif dan tidak memiliki Iktikad baik dalam menyelesaikan kasus ini,” ujar Imran pada keterangannya, Rabu, 8 Mei 2022.

PT Wilmar Padi Indonesia merupakan anak usaha dari Grup Wilmar atau Wilmar International Ltd, perusahaan sawit raksasa yang berbasis di Singapura. Perusahaan ini bergerak di bawah pengelolaan Wilmar International Group.

Baca Juga :  Tinjau Modern Rice Milling Plant Karawang, Puan Harap Bulog Bisa Serap Hasil Tani

“Kami sangat menyayangkan ketidakhadiran pihak PT. Wilmar Padi Indonesia untuk memenuhi undangan atau panggilan penyidik atas laporan polisi yang kami laporkan,” ungkap Imran.

Imran menambahkan akan terus mendukung langkah Polda Metro Jaya untuk mengungkap dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh PT. Wilmar Padi Indonesia.

Dia berharap pihak Wilmar kooperatif dalam setiap pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik, sehingga mampu mengungkap fakta-fakta hukum yang telah terjadi.***

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Izin Tinggal WNA Dipermudah, Alasan Pemerintah untuk Pulihkan Iklim Investasi

Ekonomi

Pemberdayaan Sektor UMKM Dapat Dorong Pertumbuhan Perekonomian Nasional

Ekonomi

Tinjau Modern Rice Milling Plant Karawang, Puan Harap Bulog Bisa Serap Hasil Tani

Ekonomi

Taman Wisata Candi Prambanan Gencarkan Promosi Dongkrak Kunjungan Wisatawan

Ekonomi

Harga Pakan Ternak Sudah Terlalu Tinggi, Asosiasi Peternak Ayam Minta Turunkan Harga

Ekonomi

Selama Lebaran, Uang Beredar di Lini Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Capai Rp72 Triliun

Ekonomi

Pertamina Diminta untuk Tingkatkan Pengawasan Distribusi BBM Bersubsidi

Ekonomi

Menparekraf Sandiaga Uno Lakukan Visitasi, 50 Desa Wisata Terbaik Sudah Dipilih