Polri Tengah Periksa 3 Orang Keluarga Pelaku Bom Bunuh Diri Polsek Astanaanyar 

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 10 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar, Peristiwa bom bunuh diri di area Polsek Astanaanyar. (Instagram.com/@infobandungkota)

Tangkapan layar, Peristiwa bom bunuh diri di area Polsek Astanaanyar. (Instagram.com/@infobandungkota)

INFOEKSPRES.COM – Polri saat ini tengah menggali keterangan kepada tiga orang anggota keluarga dari Agus Sujatno pelaku bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Kota Bandung.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.

“Jadi tiga keluarga pelaku ini dimintai keterangan terkait dengan peristiwa bom bunuh diri tersebut,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan saat konferensi pers hari ini, Kamis 8 Desember 2022.

Dalam kesempatan tersebut, Ramadhan menerangkan bahwa saat ini pihaknya telah melakukan penyelidikan terhadap 18 orang saksi terkait peristiwa bom bunuh diri tersebut.

“Saat ini Polri sedang melakukan pendalaman dan juga meminta keterangan kepada 18 orang saksi terdiri dari 6 Anggota Polsek Astana Anyar, 9 dari masyarakat, dan 3 keluarga pelaku,” ujar Ramadhan.

Hingga saat ini, penyidik telah mengumpulkan sebanyak 23 barang bukti terkait peristiwa bom bunuh diri yang mengakibatkan 10 Korban luka-luka dan satu orang meninggal dunia.

Lebih lanjut, Ramadhan juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak perlu panik karena pihaknya akan terus melakukan pengamanan kepada masyarakat.

“Kami mengimbau agar tetap tenang karena Polri dengan cepat dan Profesional bertindak melindungi masyarakat, kami akan terus melakukan pengamanan dan sterilisasi,” tutur Ramadhan.

Sebelumnya diberitakan, telah terjadi ledakan bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat pada Rabu 7 Desember 2022 pagi.

Dilaporkan, ledakan bom terjadi ketika polisi sedang apel pagi.

Ledakan tersebut membuat sejumlah anggota polisi luka-luka. Selain itu, satu warga juga ikut menjadi korban.

Tidak hanya itu, akibat ledakan tersebut seorang polisi bernama Aiptu Sofyan Didu meninggal dunia karena. Ia mengalami luka di bagian leher.

Sebagai informasi, pelaku bom Astana Anyar adalah seorang laki-laki bernama Agus Sujatno (34). Ia berasal dari Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat.

Ia tinggal di sebuah rumah kos wilayah Desa Siwal, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Di sana, ia menetap bersama istrinya.

Ternyata, Agus merupakan salah satu pelaku bom Cicendo, Bandung tahun 2017. Ia bebas pada tahun 2021 dari Nusakambangan setelah menjalani hukuman selama empat tahun.

Selain 11 orang korban bom Astana Anyar, Agus juga meninggal dunia di lokasi kejadian pasca ledakan tersebut.***

Berita Terkait

Anggaran DPR RI 2025 Meningkat, Biaya Jabatan Rp240 Juta
Pola Korupsi Migas: Dari Kebijakan Pertamina ke Garasi Riza Chalid
KPK dan DPR Bongkar Dugaan Korupsi Kuota Haji, BPK Hitung Kerugian Rp1 T
Sugiono Jadi Sekjen Gerindra, Prabowo Umumkan Struktur Partai 2025–2030
KPK Sebut Tak Pernah Diundang Ikut Pembahasan DIM RUU KUHAP Pemerintah
Presiden Prabowo Subianto Beri Sinyal Hijau: Semua Menteri Lolos dari Ancaman Reshuffle Kabinet
Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri Absen di Sarasehan BPIP, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Pengamat Sebut Sesuai Regulasi dan Kebutuhan Tugas Kedinasan Soal Penggunaan Jet oleh Ketua KPU Dibiayai Negara

Berita Terkait

Senin, 25 Agustus 2025 - 11:55 WIB

Anggaran DPR RI 2025 Meningkat, Biaya Jabatan Rp240 Juta

Jumat, 15 Agustus 2025 - 08:33 WIB

Pola Korupsi Migas: Dari Kebijakan Pertamina ke Garasi Riza Chalid

Selasa, 12 Agustus 2025 - 09:15 WIB

KPK dan DPR Bongkar Dugaan Korupsi Kuota Haji, BPK Hitung Kerugian Rp1 T

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Sugiono Jadi Sekjen Gerindra, Prabowo Umumkan Struktur Partai 2025–2030

Jumat, 18 Juli 2025 - 08:36 WIB

KPK Sebut Tak Pernah Diundang Ikut Pembahasan DIM RUU KUHAP Pemerintah

Berita Terbaru