INFOEKSPRES.COM – Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, mengungkapkan bahwa pemilih atau responden yang tidak puas dengan kinerja Presiden Jokowi cenderung mendukung Prabowo Subianto.
Pernyataan ini muncul dalam survei yang dilakukan oleh Charta Politika Indonesia dengan judul “Dinamika Elektoral Pascaisu Piala Dunia U-20 dan Deklarasi Batu Tulis”.
Hasil survei yang dirilis melalui saluran YouTube Charta Politika Indonesia di Jakarta pada hari Senin tersebut menunjukkan bahwa kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo mencapai 79,1 persen.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
Blokees Pamerkan Lebih dari 900 Produk di China Toy Expo 2026, Terus Perkuat Daya Saing Produk

SCROLL TO RESUME CONTENT
Survei yang dilakukan pada periode 2-7 Mei 2023 ini juga mengungkapkan menyebut angka ini merupakan yang tertinggi jika dibandingkan dengan hasil survei sebelumnya.
Berdasarkan survei tersebut, pemilih Prabowo sebagian besar masih berasal dari basis pemilih pada tahun 2019 yang cenderung tidak mendukung pemerintahan Jokowi.
Baca artikel menarik lainnya di sini: Hadir Bersama Prabowo di Acara Indonesia Bermunajat, Muhaimin Iskandar: Perbanyak Bacaan Shalawat
Baca Juga:
Side Akuisisi Studio “Games Art” Skala Kecil Roboto Entertainment guna Memperkuat Layanan Kreatif
Operasi Pelatihan HelpMeSee di Guwahati Menjangkau 51 Dokter Mata di Seluruh India Timur Laut
Survei ini juga memberikan jawaban terhadap pernyataan yang disampaikan oleh Jokowi dalam acara musyawarah relawan Jokowi beberapa waktu lalu.
Hasil survei menunjukkan bahwa tidak ada kebingungan di antara pemilih Jokowi-Ma’aruf mengenai pilihan mereka, seperti yang diinterpretasikan dalam acara tersebut.
Survei ini dilakukan dengan mewawancarai 1.220 responden yang berusia minimal 17 tahun atau memenuhi syarat sebagai pemilih, dan tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.
Metode yang digunakan dalam penentuan sampel adalah acak bertingkat (multistage random sampling), dengan tingkat toleransi kesalahan sekitar 2,82 persen.***










