INFOEKSPRES.COM – Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis survei bertajuk ”Kualitas Popularitas dan Elektabilitas Bacapres di Pemilih Kritis”.
Hasil survei menunjukan bahwa popularitas Prabowo Subianto menjadi yang tertinggi dari sisi kuantitas, disusul Anies dan Ganjar.
“97 persen dari pemilih kritis sudah mengetahui Prabowo, Anies 91 persen, dan Ganjar 89 persen,” kata Direktur Riset SMRC Deni Irvani, Senin, 4 Juni 2023.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Seminar Internasional APEC 2026 Bahas Inovasi Desain Berbasis AI
Program MBA SMU Raih Peringkat Ketiga di Asia dalam QS Global MBA Rankings 2027

SCROLL TO RESUME CONTENT
Deni menjelaskan, tren kedisukaan (likeability) Ganjar dan Prabowo selama Desember 2022 hingga Mei 2023 atau enam bulan terakhir relatif stabil, sementara Anies cenderung menurun.
“Kedisukaan (likeability) Anies turun signifikan dari 73 persen pada survei Desember 2022 menjadi 68 persen pada survei 30-31 Mei 2023,” kata Deni.
Baca artikel menarik lainnya, di sini: Survei Indikator: Elektabilitas Prabowo Sentuh 47,6 Persen, Ganjar Makin Tertinggal, Anies Kian Merosot
Baca Juga:
Zhou Jianjun dari Huawei: Membangun Solusi AIDC Grid-Interactive untuk Memaksimalkan Token per Watt
Finalis Stevie® Awards for Women in Business ke-23 Diumumkan
Lebih jauh, dia menjelaskan pemilih kritis adalah pemilih yang mempunyai akses ke sumber informasi sosial dan politik secara lebih baik.
Karena mereka memiliki telepon, sehingga bisa mengakses internet untuk mengetahui dan bersikap terhadap berita-berita sosial politik.
Mereka, kata Deni, umumnya adalah pemilih kelas menengah bawah ke kelas atas, lebih berpendidikan, dan cenderung tinggal di perkotaan.
Mereka juga cenderung lebih bisa mempengaruhi opini kelompok pemilih di bawahnya.
Baca Juga:
Laporan Terbaru Huawei Paparkan 10 Arah Utama Menuju “Intelligent World 2035”
Bukan Soal Dari Mana Memulai, Mahasiswa Horizon Education Buktikan Setiap Mimpi Layak Diperjuangkan
Survei SMRC ini terakhir dilakukan pada 30-31 Mei 2023 dengan sampel sebanyak 909 responden dipilih melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak.
Pemilihan sampel dalam survei ini dilakukan melalui metode random digit dialing (RDD).
RDD adalah teknik memilih sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak.
Margin of error survei diperkirakan lebih kurang 3,3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, asumsi simple random sampling.
Wawancara dengan responden dilakukan lewat telepon oleh pewawancara yang dilatih.***











