INFOEKSPRES.COM – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan akan menggandeng Pemerintah Singapura untuk mengembangkan industri panel surya dengan potensi investasi mencapai 50 miliar dolar AS.
“Kita akan menandatangani perjanjian dengan pemerintah Singapura minggu ini terkait industri panel surya,” katanya dalam Indonesia Leading Economic Forum 2023 “Strengthening the Economic Climate Amid the Global Polycrisis Era” di Jakarta, Selasa 14 Maret 2023.
Menurut Luhut, dalam kerja sama tersebut, Singapura menginginkan listriknya diekspor ke Singapura. Namun, pemerintah bersikukuh pengembangan industri harus dilalukan di dalam negeri.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tapi kita tidak mau begitu. Maunya harus end to end, jadi kita harus bangun solar panelnya di sini industrinya, kemudian baterainya dan seterusnya, nanti baru kita juga ekspor ke Singapura, jadi win win,” katanya.
Artikel ini dikutip dari media online Businesstoday.id, salah satu portal berita nasional terbaik di Indonesia. Terima kasih.
Luhut menambahkan, kerja sama dengan Singapura itu juga untuk mendukung Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) di Kalimantan Utara.
Baca Juga:
CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
Blokees Pamerkan Lebih dari 900 Produk di China Toy Expo 2026, Terus Perkuat Daya Saing Produk
Di kawasan industri itu baru saja diresmikan peletakan batu pertama pembangunan PLTA Mentarang PLTA Mentarang yang diproyeksi berkapasitas 1.375 Megawatt (MW).
Selain itu, kawasan industri Kaltara tersebut juga akan terbangun pabrik petrokimia terbesar, pabrik iron steel, electronic alumina, hingga baterai listrik dan solar panel.
“Kita harus melakukan proyek end to end, kita tidak mau cuma ekspor listrik ke Singapura, tapi juga produksi solar panel sendiri, baterai dan lainnya.”
“Ini harus end to end. Saya rasa proyek ini bisa mencapai 50 miliar dolar AS,” katanya.***
Baca Juga:
Side Akuisisi Studio “Games Art” Skala Kecil Roboto Entertainment guna Memperkuat Layanan Kreatif
Operasi Pelatihan HelpMeSee di Guwahati Menjangkau 51 Dokter Mata di Seluruh India Timur Laut










