Home / Politik

Sabtu, 14 Mei 2022 - 13:09 WIB

Politisi PDIP Ruhut Sitompul Mungkin Lupa, Beken itu Bisa karena Kebaikan atau Kejahatan

Politikus PDIP Ruhut Sitompul. (Instagram.com/@ ruhutp.sitompul)

Politikus PDIP Ruhut Sitompul. (Instagram.com/@ ruhutp.sitompul)

INFO EKSPRES – Ruhut Sitompul terus mencari sensasi melalui berbagai postingannya.

Untuk menarik perhatian tersebut Ruhut sepertinya tidak selektif sehingga nuansa hoax atau editan dapat tersebar dari postingannya tersebut.

Risikonya Ruhut menjadi nyerempet-nyerempet pada pelanggaran hukum.

Entahlah apakah hal ini tidak menjadi perhitungan dirinya atau ada keyakinan akan “back up” orang kuat yang dapat melindunginya.

Setelah gonjang-ganjing Ruhut yang mendukung ocehan Habib Kribo soal negara akan hancur jika Anies Baswedan menjadi Presiden 2024.

Maka pada 9 Mei 2022 Ruhut memposting konvoi pengendara motor yang memakai kaos bertuliskan “Haram Dukung Anies Baswedan”. Ditambah tempelan tulisan “mantap..keren setuju”.

Ruhut mencuit “Ngeri kali kata anak Medan ini sich ngeri 2 sedaaaap, hey kalian tolong ya Pilpres masih 21/2 tahun lagi mohon sabar ya duduk diboncengan masing 2 pasti nanti indah pada waktunya. Merdeka”. Foto editan tersebut beredar viral.

Baca Juga :  Politisi PKS Mardani Ali Sera Sebut Pembentukan Koalisi Parpol Semakin Dini Semakin Bagus

Pada 11 Mei 2022 muncul lagi unggahan foto, yang ternyata juga editan, Anies Baswedan digambarkan memakai baju adat Papua berkoteka yang disertai cuitan Ruhut “ha ha ha kata orang betawi usaha ngeri x sip deh”.

Atas unggahan ini Ruhut dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Ruhut memang kacrut dengan sentimen dan olok-olok berlebihan kepada Anies.

Kedua postingan di atas bila terus diusut tentu memenuhi unsur perbuatan pidana.

Baca Juga :  Modus Kelompok Teroris Kumpulkan Dana, dengan Galang Dana untuk Aksi Kemanusian

Jikapun ia meminta maaf maka Ruhut sebagai pengacara tentu mengetahui bahwa permintaan maaf itu tidak menghapuskan ancaman pidananya.

Proses hukum tetap berlanjut. Ketika dilaporkan melanggar UU ITE ke Kepolisian, Ruhut menyatakan tidak ambil pusing “saya senang, tambah beken. Aslinya sudah beken, nanti tambah beken lagi”, katanya.

Ia lupa bahwa beken itu bisa karena kebaikan atau kejahatan. Beken sebagai penjahat jelas tercela dan terkutuk. Nero, Kaligula, Fir’aun, H.H Holmes, atau Jack The Ripper itu orang-orang beken.

Ruhut selalu berpindah-pindah partai yang berkuasa. Saat menjadi kader Golkar ia merasa paling Golkar, begitu juga saat bergabung dengan Partai Demokrat.

Baca Juga :  Bahas Pertahanan Indonesia-AS, Menhan Prabowo Subianto Bertemu Menhan AS

Kini di PDIP pun ia habis-habisan membela berbagai kebijakan rezim. Model kutu loncat dan kutu jilat.

Jilatan Ruhut itu luar biasa. Menurutnya Jokowi merupakan pemimpin yang dikirim oleh Tuhan untuk rakyat Indonesia.

Belum ada yang bisa melebihi kemampuan Jokowi dalam mengurus negara. Pandangan Ruhut ini disampaikan saat wacana tiga periode marak di media.

Ruhut makin kacrut. Kita semua akan melihat akankah nasib Ruhut akan seperti Hutahaean yang juga beken dan kini sedang menikmati udara penjara?

Atau tetap bebas ngoceh tabrak sana tabrak sini jilat sana jilat sini ?

Oleh: M Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan.***

Share :

Baca Juga

Politik

Perkembangan Wacana Jabatan Presiden 3 Periode Akhirnya Berada pada Titik Buntu

Politik

Politikus PDIP Tegas, Bubarkan ACT yang Diduga Lakukan Penggelapan Dana Bantuan

Politik

Politisi PKS Mardani Ali Sera Sebut Pembentukan Koalisi Parpol Semakin Dini Semakin Bagus

Politik

Siapa Mitra Parpol Koalisi Partai Nasdem? Kita Tunggu Kejutan dalam 2-3 Bulan ke Depan

Politik

Putri Gus Dur Temui Anies Baswedan, Terinspirasi Keberhasilan Formula E Jakarta

Politik

Popularitas Airlangga Disebut Terdongrak karena Sukses Tangani Covid-19

Politik

Berjuang Bersama Majukan Bangsa dan Negara, PKB dan Partai Gerindra Berhubungan Baik

Politik

Di Era Post-Truth, Kebohongan Dilakukan dengan Janji Palsu dan Hantu yang Mengancam