INFOEKSPRES.COM – Beberapa hari lalu, Golkar diwanti-wanti Presiden Jokowi agar kalau pilih Capres jangan sembrono?
Jokowi seharusnya sadar, dia bukan Dewan Pembina Golkar, dan dia adalah Petugas Partai PDIP. Dan sampai saat ini masih.
Jokowi harus sadar dia bukan dewan pembina Golkar, dan dia adalah Petugas Partai PDIP. Dan sampai saat ini masih.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Savaya Group Luncurkan Zumana, Destinasi Tepi Pantai Terbaru di Kawasan Ikonik Pantai Kuta

SCROLL TO RESUME CONTENT
Padahal tugas Jokowi sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan dan bukan ngurusi Capres.
Omongan Jokowi soal pilih capres jangan sembrono itu arogan dan tidak menghormati Golkar sebagai partai politik.
Omongan itu seolah dia adalah King Maker. Wong dia jadi presiden itu juga bersandar dan andalkan Parpol juga. Iya kan?
Baca Juga:
Apakah dia sendiri tanpa koalisi bisa jadi presiden? Tentu tidak bukan? Penentuan capres adalah murni ditentukan oleh partai masing2.
Apakah Jokowi minta ke Golkar begitu singgung Nasdem yang telah deklarasikan Anies Baswedan itu sembrono? Mbo ya mikir dulu atuh.
Pilih capres itu rumah tangga Golkar atuh. Omongan Jokowi itu mencerminkan jiwa antidemokrasi dan otoriter.
Seharusnya Jokowi tidak perlu keluarkan omongan capres sembrono.
Itu sama saja dengan menghina Surya Paloh, Nasdem dan Anies Baswedan. Karena selama ini yang telah deklrasasikan Capres baru Anies dan Nasedem.
Juga omongan Jokowi seolah singgung Megawati dan Ketum Partai-partai lainnya, seolah Capres itu harus sepersetujuan Jokowi?
Kalau demikian akan kacau karena Presiden tidak boleh campuri urusan internal Parpol-parpol.
Padahal saat ini sebagai Presiden, Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan dan tetap merangkap sebagai Petugas Partai PDIP, statemen Jokowi di depan Golkar itu akan blunder.
Sebaik nya Jokowi meralat omongan itu. Agar tidak terkesan campur tangan dalam urusan Capres. Karena itu bukan kewenangan nya mencampuri itu .
Oleh: Muslim Arbi, Drektur Gerakan Perubahan. ***









