PMK Ternak di Tanah Air Sudah Menyebar di 15 Provinsi, Ini Kata Mentan Syahrul Yasin Limpo

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 24 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. (Instagram.com/@syasinlimpo)

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. (Instagram.com/@syasinlimpo)

INFO EKSPRES – Kementerian Pertanian melaporkan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan ternak di Tanah Air tersebar di 15 provinsi.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menuturkan virus PMK terdampak kepada 3.910.310 ekor ternak dengan tingkat kematian 0,36 persen.

Menurut Syahrul, berdasarkan data pelaporan penyebaran PMK di Indonesia hingga 17 Mei 2022 menunjukkan bahwa telah terdeteksi PMK ada di sebanyak 15 provinsi dan 52 kabupaten-kota.

“Total populasi ternak dari 15 provinsi itu yaitu 13,8 juta ekor.”

“Jumlah ternak yang terdampak sebanyak 3,9 juta ekor,” tutur Syahrul dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR, di Jakarta, Senin 23 Mei 2022.

15 provinsi yang terdampak antara lain, Aceh 47.802 ekor, Bangka Belitung 10.347 ekor, Banten 678 ekor, DIY 55.490 ekor, Jawa Barat 165.319 ekor, Jawa Tengah 689.319 ekor, Jawa Timur 1.941.131 ekor.

Berikutnya, Kalimantan Barat 14.186 ekor, Kalimantan Selatan 71.831 ekor, Kalimantan Tengah 26.993 ekor.

Lampung 24.175 ekor, Nusa Tenggara Barat 363.770 ekor, Sumatera Barat 151.660 ekor, Sumatera Selatan 1.281 ekor, dan Sumatera Utara 346.179 ekor.

Bila dilihat dari total populasi hewan ternak di 15 provinsi tersebut yang sebanyak 13.810.749 ekor, sebanyak 3.910.310 ekor terdampak penyakit PMK.

Jadi dari total yang terdampak, sebanyak 13.965 ekor positif terinfeksi PMK berdasarkan uji PCR laboratorium atau sekitar 0,36 persen dari total yang terdampak.

Sementara itu, total hewan yang sakit tersebut sebanyak 2.630 ekor atau 18,83 persennya telah sembuh dan sebanyak 99 ekor atau 0,71 persennya mati.

Sebagai informasi, Penyakit Mulut dan Kuku menyerang hewan ternak berkuku belah seperti sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi.

Penularan PMK cukup cepat yaitu melalui kontak langsung, melalui udara atau airborne.***

Berita Terkait

New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital
New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital
SapuLangit Media Center Perluas Distribusi Siaran Pers ke Lebih dari 200 Media Online untuk Manajemen Reputasi,ć
OJK Sampaikan Keynote Soal Pengawasan Lembaga Efek
Kecepatan Tayang Jadi Solusi Distribusi Press Release di Platform Media Sosial, Siarannews.com Gandeng NMN
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:38 WIB

New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:10 WIB

New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital

Minggu, 27 September 2026 - 16:56 WIB

SapuLangit Media Center Perluas Distribusi Siaran Pers ke Lebih dari 200 Media Online untuk Manajemen Reputasi,ć

Minggu, 27 September 2026 - 00:58 WIB

OJK Sampaikan Keynote Soal Pengawasan Lembaga Efek

Senin, 14 September 2026 - 09:49 WIB

Kecepatan Tayang Jadi Solusi Distribusi Press Release di Platform Media Sosial, Siarannews.com Gandeng NMN

Berita Terbaru