Home / Nusantara

Sabtu, 14 Mei 2022 - 14:46 WIB

Banjir Mamuju Tengah, BPBD Aktifkan Posko Gabungan Tanggap Darurat Bencana

Banjir melanda wilayah Kabupaten Mamuju Tengah. Dok. BNPB)

Banjir melanda wilayah Kabupaten Mamuju Tengah. Dok. BNPB)

INFO EKSPRES – Banjir melanda wilayah Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat, pada Senin, 9 Mei 2022.

Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur hingga masuk ke pemukiman warga di Desa Budong-budong, Desa Pangalloang yang terletak di Kecamatan Topoyo dan Desa Lara di Kecamatan Karosa.

BPBD Kabupaten Mamuju Tengah melaporkan sedikitnya 659 KK/2.466 jiwa dan 210 unit rumah terdampak.

Selain rumah warga, terdapat 300 hektar lahan pertanian terendam dengan ketinggian berkisar antara 20 – 40 sentimeter.

Banjir ini juga menyebabkan akses ke Desa Pangalloang terputus dan terisolir.

Baca Juga :  Banjir dan Tanah Longsor Terjang Kabupaten Garut Sebanyak 19.546 Warga Terdampak

Evakuasi warga yang terisolir dilakukan dengan menggunakan mobil rescue serta perahu karet.

BPBD dibantu masyarakat melakukan pembuatan saluran baru, agar air mengalir ke muara sungai.

Sebagai respon cepat, BPBD Kabupaten Mamuju Tengah mengaktifkan posko gabungan tanggap darurat bencana untuk mempercepat proses penanganan terhadap warga terdampak.

Adapun pihak yang terlibat antara lain unsur TNI-Polri, Tagana, Dinsos, Pemerintah Daerah, masyarakat desa, dan lintas instansi terkait.

Kondisi terkini Sabtu 14 Mei 2022, dilaporkan situasi sudah kondusif dan banjir sudah surut. Untuk desa yang terisolir kini sudah bisa diakses kembali.

Baca Juga :  Personil Brimob Wamena, Bripda Diego Rumaropen Tewas, Usai Diserang Orang Tak Dikenal

Para warga sekitar bergotong royong untuk membersihkan material dan lumpur yang terbawa saat banjir.

Berdasarkan analisis InaRisk Kabupaten Mamuju merupakan wilayah dengan potensi bahaya banjir pada kategori sedang hingga tinggi.

Melihat wilayah Mamuju yang sebagian besar merupakan daerah dataran tinggi, dihimbau untuk warga yang tinggal lereng bukit atau dataran rendah untuk waspada terjadi tanah longsor apabila hujan dengan intensitas tinggi terjadi menerus lebih dari satu jam.

Baca Juga :  Akibat Dilanda Banjir, 1 Jembatan Putus dan 662 Warga Kabupaten Sigi Terpaksa Mengungsi

Gerakan susur sungai saat cuaca cerah juga dapat dilakukan sebagai langkah prefentif guna mengantisipasi sampah atau ranting yang dapat menghalangi laju air saat terjadi hujan.

Penyampaian informasi dalam peringatan dini juga dinilai perlu dilakukan baik secara berjenjang atau langsung dari Provinsi ke Kabupaten, hingga informasi diterima oleh perangkat daerah di tingkat RT/RW mengenai waspada peringatan dini hujan lebat.

Penguatan diseminasi informasi peringatan dini bertujuan untuk mengantisipasi risiko bahaya sehingga bisa menjadi pertimbangan langkah mitigasi yang harus diambil sebelum terjadi bencana.***

Share :

Baca Juga

Nusantara

Akibat Dilanda Banjir, 1 Jembatan Putus dan 662 Warga Kabupaten Sigi Terpaksa Mengungsi

Nusantara

Pertamina Apresiasi Polda Riau, Tangkap 18 Orang Pelaku Penimbunan Solar Subsidi

Nusantara

14 Rumah Warga Jadi Korban Akibat Angin Kencang di Kabupaten Aceh Timur

Nusantara

Banjir dan Tanah Longsor Terjang Kabupaten Garut Sebanyak 19.546 Warga Terdampak

Nusantara

Bupati Kabupaten Kepulauan Sula Tetapkan Status Tanggap Darurat Akibat Banjir Landa 13 Desa

Nusantara

Satu Korban dalam Insiden Hard Landing Helicopter Ditemukan oleh Tim SAR Gabungan

Nusantara

Berdasarkan Laporan Masyarakat, Kepolisian Usut 3 Proyek Pembangunan di Dompu NTB

Nusantara

Personil Brimob Wamena, Bripda Diego Rumaropen Tewas, Usai Diserang Orang Tak Dikenal