INFOEKSPRES.COM – Pakar gempa dari Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat (Sumbar) Dr Badrul Mustafa mengkhawatirkan Ngarai Sianok.
Gempa akibat aktivitas subduksi Indo-Australia bisa merobohkan Ngarai Sianok, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
“Itu (roboh) bisa saja terjadi kalau gempanya kuat,” katanya di Padang, Selasa 25 April 2023.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara

SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca konten menarik lainnya, di sini: Oknum Anggota TNI Angkatan Udara Ditahan, Usai Viral Tendang Motor yang Dikendarai Wanita di Bekasi
Apalagi, kata dia, dinding Ngarai Sianok yang berada di Kabupaten Agam tersebut bukan batuan yang kuat sehingga berpotensi longsor bila goncangan gempa tergolong kuat.
“Jadi bisa saja terjadi longsor di situ (Ngarai Sianok) terutama gempa yang berasal dari Patahan Semangko,” jelas lulusan Geofisika Dan Meteorologi Institut Teknologi Bandung (ITB) itu.
Baca Juga:
CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
Blokees Pamerkan Lebih dari 900 Produk di China Toy Expo 2026, Terus Perkuat Daya Saing Produk
Seperti diketahui Patahan Semangko mulai dari Aceh sampai ke Lampung yang diperkirakan juga berdempetan dengan Bukit Barisan.
Badrul mengatakan dari 20 segmen Patahan Semangko, empat berada di Sumbar, salah satunya segmen Sianok.
Beberapa hari sebelumnya, ketika terjadi gempa bumi (segmen Sianok) terjadi longsor di Ngarai Sianok.
Oleh karena itu, menurut dia, aktivitas gempa bumi yang berpusat di Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan kekuatan 6,9 magnitudo pukul 03.00 WIB tersebut dikhawatirkan merobohkan Ngarai Sianok.
Baca Juga:
Side Akuisisi Studio “Games Art” Skala Kecil Roboto Entertainment guna Memperkuat Layanan Kreatif
Operasi Pelatihan HelpMeSee di Guwahati Menjangkau 51 Dokter Mata di Seluruh India Timur Laut
Ia mencontohkan getaran gempa Simeulue Desember 2004 yang menyebabkan tsunami turut dirasakan masyarakat hingga di Malaysia.
Kemudian jika memperhatikan gempa di Kabupaten Kepulauan Mentawai 6,9 magnitudo dengan Gempa Simeulue Aceh, dan Gempa Nias 28 Maret 2005 memiliki mekanisme yang sama.
BMKG mengatakan gempa bumi di Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan gempa dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa tektonik itu memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.***











