DBS Hadirkan Pemimpin Global di Ajang Asia Future Forward Conference Edisi Perdana, Bahas Peran AI yang tengah Merombak Dunia

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 2 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Shou Chew, Lip-Bu Tan, Hock Tan, dan Jenny Johnson membahas perubahan lanskap bisnis, investasi, dan pertumbuhan 

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.

Sekitar 700 pemimpin bisnis, wirausahawan, dan investor akan menghadiri konferensi unggulan DBS yang digelar untuk pertama kalinya

SINGAPURA, 2 Oktober 2026 /PRNewswire/ — DBS akan menggelar ajang DBS Asia Future Forward Conference, konferensi unggulan baru yang mempertemukan pemimpin global di bidang teknologi, bisnis, dan investasi untuk membahas berbagai perubahan yang akan membentuk masa depan Asia. Berlangsung di Singapura pada 12 Oktober 2026, ajang edisi perdana tersebut akan menempatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai fokus utama. Para peserta akan membahas peran AI yang telah merombak industri, model bisnis, dan dunia kerja, serta menggeser pola penciptaan nilai ekonomi dan arus modal sekaligus memengaruhi keputusan pemimpin bisnis regional.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

DBS memperkirakan sekitar 700 nasabah korporasi dan wealth management akan menghadiri ajang tersebut. Para peserta mencakup pemimpin bisnis senior, wirausahawan, dan investor yang tengah menghadapi dampak AI terhadap industri, bisnis, maupun keputusan investasi.

Tan Su Shan, CEO DBS, mengatakan, "AI merombak industri, model bisnis, dan dunia kerja dengan sangat cepat. Asia memiliki talenta, modal, dan daya inovasi untuk memimpin era baru ini. Namun, kekuatan tersebut baru dapat menjadi keunggulan jangka panjang jika kita mengambil keputusan yang tepat mulai saat ini. Kepercayaan akan menciptakan ruang bagi AI untuk berkembang secara luas, sementara niat menentukan bagaimana kemampuan tersebut digunakan, nilai yang dihasilkan, serta siapa yang pada akhirnya dapat merasakan manfaatnya. Melalui DBS Asia Future Forward Conference, kami mempertemukan para pihak yang berperan menentukan arah tersebut untuk menguji berbagai asumsi, memperluas perspektif, serta membahas langkah yang dapat ditempuh kawasan ini agar dapat bergerak menuju arah yang lebih jelas."

Saat AI Merombak Dunia

Setelah AI beralih dari tahap uji coba menuju penggunaan yang semakin luas, perhatian dunia terhadap teknologi ini juga mulai bergeser. Pembahasannya kini tidak lagi sebatas pada kemampuan AI, namun semakin menyoroti cara teknologi tersebut digunakan dan manfaat yang dapat dihasilkan. Salah satu tema yang diangkat dalam DBS Asia Future Forward Conference adalah "intentional AI", yaitu pendekatan yang menempatkan tujuan yang jelas sebagai dasar penerapan AI agar penggunaannya memberikan dampak yang nyata dan terukur.

Konferensi ini mempertemukan pemangku kepentingan di seluruh ekosistem AI. Mereka mencakup perusahaan pengembang platform, produsen semikonduktor, penyedia infrastruktur pendukung, perusahaan pengguna AI, hingga investor yang menyediakan pendanaan untuk mendorong pengembangan teknologi ke tahap berikutnya.

Selama satu hari, ajang ini akan mengangkat sejumlah isu yang akan membentuk perkembangan AI pada babak berikutnya, antara lain:

  • Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dan CEO DBS Tan Su Shan akan berdialog secara langsung mengenai perkembangan AI dan dampaknya.
  • Shou Chew, CEO TikTok, akan berbincang dengan Shee Tse Koon, Group Head, Consumer Banking and Wealth Management, DBS, dalam sesi fireside chat tentang upaya memperluas potensi manusia pada era AI.
  • Richard Tong, CEO dan Co-Founder TNE.ai, serta Dr. Sara Hooker, CEO dan Co-Founder Adaption, akan bergabung bersama Derrick Goh, Group Chief Operating Officer DBS, untuk mengulas faktor yang menentukan kepemimpinan AI di tengah perkembangan teknologi yang pesat.
  • Yifan David Li, CEO dan Co-Founder Hesai Technology serta Co-Founder Sharpa, akan mendemonstrasikan potensi AI ketika teknologi tersebut telah berkembang melampaui perangkat lunak dan mulai hadir secara fisik melalui robotika serta mesin cerdas.
  • Salim Ismail, Chairman OpenExO, akan mengulas perubahan yang dapat dihadirkan AI ke dunia korporasi.
  • Lip-Bu Tan, CEO Intel, dan Hock Tan, President dan CEO Broadcom, akan berdialog dengan Tan Su Shan untuk membahas sektor-sektor yang berpotensi menghasilkan nilai ekonomi AI berikutnya dalam skala triliunan dolar.
  • Pandu Patria Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia; Jenny Johnson, CEO Franklin Templeton; Jenny Lee, Senior Managing Partner Granite Asia; serta Timothy Adams, President dan CEO Institute of International Finance, akan membahas pergeseran arus modal pada era AI. Sesi ini akan dipandu oleh Han Kwee Juan, Group Head, Institutional Banking DBS.

Dari Penerapan hingga Mendukung Ekosistem AI

DBS menyumbangkan pengalaman lebih dari satu dekade dalam pengembangan dan penerapan AI dalam konferensi tersebut, serta memperkuat ekosistem yang mendukung pertumbuhan teknologi ini di berbagai sektor ekonomi. Kiprah DBS di bidang AI berawal dari pengembangan kapabilitas data dan machine learning. Fondasi tersebut kini menjadi basis bagi penerapan AI generatif dan agentic AI yang semakin luas di berbagai lini bisnis bank.

Di luar kebutuhan internal, DBS turut mendukung pembangunan infrastruktur digital guna menopang pertumbuhan AI, termasuk pusat data generasi baru yang lebih efisien. Bank ini juga mempertemukan perusahaan pengembang AI dengan investor dan sumber pendanaan yang lebih luas sehingga berbagai inovasi dapat dikembangkan hingga siap diterapkan. DBS juga membantu perusahaan mengidentifikasi penggunaan praktis AI dan menerapkannya dalam skala besar untuk menghasilkan manfaat bisnis yang nyata.

Dalam segmen bisnis consumer banking dan wealth management, AI diterapkan melalui layanan percakapan berbasis AI generatif pada digiWealth. Layanan ini membantu nasabah ritel memperoleh informasi yang lebih relevan saat mengambil keputusan investasi. DBS juga menggunakan proses onboarding berbasis AI yang memangkas waktu penyelesaian hingga 50% bagi nasabah dari segmen affluent hingga ultra-high-net-worth (UHNW).

Di lingkungan internal, DBS memanfaatkan AI untuk memberikan pengalaman yang lebih personal kepada nasabah sekaligus membantu karyawan berfokus pada pekerjaan dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Sepanjang 2025, DBS telah menerapkan lebih dari 2.000 model AI untuk lebih dari 430 kasus penggunaan. Penerapan tersebut menghasilkan nilai ekonomi sekitar SGD 1 miliar dari sarana analisis data serta AI/ML. Berbagai solusi berbasis AI turut mengubah pengalaman nasabah dan karyawan, sementara inisiatif pada jenjang perusahaan juga merancang ulang proses kerja yang kompleks dengan memadukan kemampuan manusia dan AI. Agar teknologi tersebut digunakan secara aman dan bertanggung jawab, DBS juga menerapkan kerangka tata kelola dan pengendalian AI yang ketat.

Pada 2025, Global Finance menobatkan DBS sebagai World’s Best AI Bank, penghargaan yang untuk pertama kalinya diberikan dalam kategori tersebut. Setahun kemudian, Euromoney menobatkan DBS sebagai Asia’s Best Digital Bank 2026. Visi DBS untuk menjadi bank berbasis AI yang tetap berorientasi pada manusia berangkat dari keyakinan bahwa kepemimpinan di bidang AI dalam jangka panjang tidak hanya membutuhkan kecanggihan teknologi, namun juga kepercayaan, empati, dan tujuan yang jelas.

Tentang DBS

DBS adalah grup jasa keuangan terkemuka di Asia yang menjangkau 19 negara. Berkantor pusat dan terdaftar di Bursa Efek Singapura, DBS berada dalam tiga sumbu pertumbuhan utama Asia: Tiongkok, Asia Tenggara, dan Asia Selatan. Peringkat kredit "AA-" dan "Aa1" DBS termasuk yang tertinggi di dunia.

Dikenal sebagai pemimpin industri perbankan global, DBS dinobatkan sebagai "World’s Best Bank" oleh Global Finance, "World’s Best Bank" oleh Euromoney, dan "Global Bank of the Year" oleh The Banker. DBS memimpin pemanfaatan teknologi digital untuk membangun masa depan perbankan sehingga terpilih sebagai "World’s Best AI Bank" oleh Global Finance dan "World’s Best Digital Bank" oleh Euromoney. Selain itu, DBS mendapatkan penghargaan "Safest Bank in Asia" dari Global Finance selama 17 tahun berturut-turut sejak 2009 hingga 2025.

DBS menyediakan layanan perbankan lengkap bagi nasabah di segmen ritel, UKM, dan korporasi. Sebagai bank yang lahir dan besar di Asia, DBS memahami seluk-beluk berbisnis di pasar yang paling dinamis di kawasan ini.

DBS berkomitmen membangun hubungan yang berkelanjutan dengan nasabah melalui layanan perbankan yang sesuai dengan budaya Asia. Melalui DBS Foundation, DBS membuat dampak positif yang melampaui layanan perbankan dengan meningkatkan taraf hidup dan mata pencaharian masyarakat yang kurang mampu. DBS juga menyalurkan kebutuhan masyarakat yang terpinggirkan, serta membangun inklusivitas dengan membekali masyarakat yang kurang mampu dengan keahlian mengelola keuangan dan literasi digital. DBS ikut mengembangkan sejumlah perusahaan sosial dan inovatif yang turut menciptakan dampak positif.

Dengan jaringan luas di Asia, DBS menitikberatkan keterlibatan dan pemberdayaan staf dengan menyediakan peluang berkarier yang menarik. Informasi lebih lanjut: www.dbs.com.

 

Berita Terkait

Toys”R”Us Asia Umumkan Kesepakatan Pengalihan Bisnis di Jepang kepada Pan Pacific International Holdings Group
Yokogawa Kembangkan Uji Coba Data Center AI Tropis Menjadi Fasilitas Percontohan Berkapasitas Multi-Megawatt
Cambridge Linguaskill Business Bantu Perusahaan Mengambil Keputusan yang Lebih Baik dalam Rekrutmen dan Pengelolaan Tenaga Kerja
“a-nation 2026”, Salah Satu Festival Musik Terbesar Jepang, Siarkan Pertunjukan Secara Gratis di YouTube dan TikTok Avex
Colgate® Luncurkan Optic White™ Vitamin C Bersama j-hope BTS
Midea Pamerkan Inovasi Teknologi Pendinginan untuk Pusat Data AI Berdensitas Tinggi di Data Center World Asia 2026
Sungrow Dukung Sistem BESS Skala Besar di Kamboja dengan Fitur “Black Start”
Klook dan Visa Jalin Kemitraan di Enam Negara Asia Tenggara untuk Mendukung Tren Wisata Berbasis Aktivitas dan Pengalaman

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:36 WIB

Toys”R”Us Asia Umumkan Kesepakatan Pengalihan Bisnis di Jepang kepada Pan Pacific International Holdings Group

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:35 WIB

Yokogawa Kembangkan Uji Coba Data Center AI Tropis Menjadi Fasilitas Percontohan Berkapasitas Multi-Megawatt

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:02 WIB

Cambridge Linguaskill Business Bantu Perusahaan Mengambil Keputusan yang Lebih Baik dalam Rekrutmen dan Pengelolaan Tenaga Kerja

Jumat, 2 Oktober 2026 - 04:00 WIB

“a-nation 2026”, Salah Satu Festival Musik Terbesar Jepang, Siarkan Pertunjukan Secara Gratis di YouTube dan TikTok Avex

Jumat, 2 Oktober 2026 - 03:30 WIB

Colgate® Luncurkan Optic White™ Vitamin C Bersama j-hope BTS

Berita Terbaru

Pers Rilis

Colgate® Luncurkan Optic White™ Vitamin C Bersama j-hope BTS

Jumat, 2 Okt 2026 - 03:30 WIB