Investasi Energi dan Infrastruktur RI‑Saudi Meningkat Lewat Kunjungan Prabowo 2025

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 2 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momentum kerja sama strategis saat Prabowo bertemu Putra Mahkota Saudi di Jeddah, awal tangkap peluang energi dan investasi. (Dok. Tim Mdia Prabowo)

Momentum kerja sama strategis saat Prabowo bertemu Putra Mahkota Saudi di Jeddah, awal tangkap peluang energi dan investasi. (Dok. Tim Mdia Prabowo)

PRESIDEN Prabowo Subianto memimpin kunjungan kenegaraan pertama ke Arab Saudi sejak pelantikannya, bertujuan memperkuat hubungan bilateral khususnya di sektor ekonomi strategis serta investasi lintas negara.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.

Dalam kunjungan dari 1 hingga 3 Juli 2025, Presiden akan mengadakan pertemuan bilateral tingkat tinggi dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Mohammed bin Salman di Jeddah pada Rabu, 2 Juli 2025.

Menurut pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri, “Pertemuan direncanakan akan menghasilkan beberapa deliverables dalam bentuk MoU, baik antar pemerintah maupun antar pelaku bisnis”

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fokus Utama Kunjungan Mencakup Sektor Ekonomi, Investasi, Energi, dan Layanan Haji‑Umrah

Pemerintah menempatkan prioritas sektor energi, ketahanan energi, dan layanan jamaah haji‑umrah sebagai pilar utama kunjungan untuk memperluas kolaborasi mutual antara kedua negara.

Kerja sama di sektor energi tak hanya mencakup pasokan migas, tetapi juga pengembangan energi terbarukan dan hilirisasi industri yang menyasar investor global dan lokal.

Peningkatan standar layanan jamaah haji‑umrah menjadi aspek penting, dimana diskusi akan meninjau prosedur visa, fasilitas kesehatan, serta infrastruktur pendukung keberangkatan jamaah Indonesia.

Dewan Koordinasi Tertinggi (DKT) Buka Jalan bagi Proyek Bersama dan Investasi Jangka Panjang

Pertemuan Perdana Dewan Koordinasi Tertinggi (DKT) Indonesia–Arab Saudi menandai fase baru kerjasama formal yang dipimpin langsung oleh Kepala Pemerintahan kedua negara.

DKT dibentuk atas kesepakatan pemerintah Indonesia dan Arab Saudi di Riyadh pada 19 Oktober 2023, sebagai forum strategis untuk menyelaraskan berbagai kepentingan regional dan global.

Harapannya, melalui DKT, kedua negara dapat mempercepat proses pengesahan nota kesepahaman antarpemerintah dan pelaku bisnis agar aliran investasi lebih cepat dikelola.

Perspektif Pasar: Sinyal Positif bagi Investor Global dan Domestik

Bagi investor, kunjungan kenegaraan ini memberikan sinyal nyata bahwa Indonesia semakin intensif menjalin hubungan ekonomi jangka panjang dengan mitra strategisnya.

Peningkatan kerja sama di sektor energi dan industri haji‑umrah berpeluang menarik modal asing langsung (FDI) serta memperluas akses pasar, khususnya dari investor Timur Tengah.

Dengan momentum di Jeddah, Indonesia bisa mendapat akses pendanaan infrastruktur, teknologi energi bersih, dan jaringan distribusi global melalui partner Saudi.

Mekanisme Eksekusi: Kerangka Hukum dan Roadmap Investasi

MoU yang ditandatangani diharapkan mencakup kerangka hukum yang jelas, insentif fiskal, serta pengaturan tata kelola proyek kolaboratif.

Agenda ini juga membuka ruang dialog dengan lembaga keuangan Arab Saudi, misalnya Public Investment Fund (PIF), untuk mendukung proyek pengembangan kilang, energi terbarukan, dan fasilitas haji.

Partisipasi pelaku bisnis swasta pun didorong melalui forum investasi bilateral, agar transformasi ekonomi ini dapat berjalan praktis dan terukur.

Tinjauan Geopolitik dan Regional: Membahas Isu Terkini Kawasan Timur Tengah

Selain aspek bilateral, agenda di Jeddah juga akan memfokuskan diskusi pada dinamika politik dan keamanan kawasan Timur Tengah yang berpotensi berdampak ke stabilitas energi global.

Kerjasama ini bisa menjadi platform untuk kolaborasi multilateral dalam menghadapi fluktuasi harga migas, ketegangan regional, dan krisis pengungsi.

Indonesia dan Arab Saudi akan saling bertukar peta risiko strategis, sehingga investor mendapat himbauan yang lebih presisi dalam membuat keputusan investasi.

Dampak Jangka Panjang Terhadap Neraca Perdagangan dan Investasi Indonesia

Perkuatan kerja sama bilateral ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekspor migas, produk manufaktur, dan energi terbarukan Indonesia ke pasar Timur Tengah.

Di sisi impor, akses ke teknologi minyak‑energi dan modal Saudi bisa membantu Indonesia menurunkan impor dan meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Secara keseluruhan, kunjungan ini mendukung target pemerintah dalam meningkatkan FDI yang sehat, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat kemampuan ekspor di era global.

Pernyataan Resmi: Menegaskan Komitmen dan Harapan Kedua Negara

Kementerian Luar Negeri mengonfirmasi bahwa kunjungan ini akan diikuti dengan berbagai pertemuan bilateral dan multilateral, sejalan dengan visi Indonesia sebagai regional hub ekonomi.

“Pertemuan direncanakan akan menghasilkan beberapa deliverables dalam bentuk MoU, baik antar pemerintah maupun antar pelaku bisnis,” ungkap Kemlu.

Pernyataan ini mempertegas bahwa semua hasil pertemuan akan dilaksanakan sesuai timeline investasi dan disepakati mekanisme pengawasan bersama.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infopeluang.com dan Ekonominews.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Lingkarin.com dan Kontenberita.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Hallokaltim.com dan Apakabarbogor.com.

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

Presiden Prabowo Akhiri Lawatan Multilateral, Tinggalkan Paris untuk Kembali ke Jakarta
Prabowo Dianugerahi Tanda Kehormatan Tertinggi Peru
Transformasi Polri 2025: Dedi Prasetyo Naik Wakapolri, 61 Dimutasi
Runway Selaparang Disulap Jadi Area Parkir FORNAS VIII
Penyelidikan Kematian Diplomat Muda Diintensifkan, Prabowo Ambil Sikap
Indonesia dan Brasil Eratkan Hubungan Dagang, Pesan untuk Dunia Global
KPK Panas, Skandal Surat Istri Menteri UMKM Jadi Sorotan Nasional
Dari Jalan ke Penjara: Kepala Dinas Sumut Terseret Skandal Rp231 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 08:26 WIB

Presiden Prabowo Akhiri Lawatan Multilateral, Tinggalkan Paris untuk Kembali ke Jakarta

Selasa, 12 Agustus 2025 - 08:27 WIB

Prabowo Dianugerahi Tanda Kehormatan Tertinggi Peru

Rabu, 6 Agustus 2025 - 07:34 WIB

Transformasi Polri 2025: Dedi Prasetyo Naik Wakapolri, 61 Dimutasi

Kamis, 31 Juli 2025 - 05:50 WIB

Runway Selaparang Disulap Jadi Area Parkir FORNAS VIII

Sabtu, 26 Juli 2025 - 10:19 WIB

Penyelidikan Kematian Diplomat Muda Diintensifkan, Prabowo Ambil Sikap

Berita Terbaru