INFO EKSPRES – Dalam rangka mencapai pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan, maka perlu adanya stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan.

Oleh karena itu untuk mendukung upaya tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo bilang, maka diperlukan pemberdayaan sektor khususnya pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berkontribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

“Sektor (UMKM) memiliki peranan penting dan strategis dalam struktur perekonomian Indonesia karena memberikan sumbangan besar terhadap Produk Domestik Bruto 61,1 persen.”

“Penyerapan tenaga kerja 97,1 persen, dan ekspor 14,4 persen,” kata Andreas di Mojokerto, Jawa Timur, Jumat 23 September 2022.

Legislator Dapil Jawa timur V itu menjelaskan, minimnya akses permodalan terhadap sektor UMKM masih menjadi masalah klasik yang membuat sektor ini sulit bersaing dan terakselerasi.

Maka dari itu peningkatan akses dan jangkauan akses UMKM terhadap jasa keuangan sangat dibutuhkan untuk menghadapi persaingan tersebut.

“UMKM di Indonesia memegang peranan penting sebagai tulang punggung perekonomian nasional maka Bank Indonesia selaku mitra kerja Komisi XI DPR RI dapat melaksanakan program dan kebijakan pengembangan UMKM melalui tiga pilar kebijakan.”

“Yaitu korporatisasi, peningkatan kapasitas, dan perluasan akses pembiayaan guna mewujudukan UMKM yang produktif, inovatif, dan adaptif,” jelasnya.

Andreas menambahkan, juga perlu adanya dukungan terhadap peningkatan ekosistem UMKM yang turut dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan melalui kemudahan kredit UMKM.

Skema akses pembiayaan melalui fintech (peer to peer lending), penghimpunan dana UMKM melalui securities crowdfunding (SCF).***