INFO EKSPRES – Polda Metro Jaya menangkap lima pemuda yang menyusup dan diduga menjadi provokator saat berlangsung unjuk rasa di Bundaran Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Senin.
“Ada lima orang pemuda yang bukan merupakan kelompok elemen dari massa aksi yang mencoba menyusup dan provokasi,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes. Pol. Endra Zulpan, S.I.K, M.Si.
Kabid Humas Polda Metro Jaya mengatakan, kelima orang tersebut diduga sebagai provokator yang sempat membuat unjuk rasa memanas.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
Blokees Pamerkan Lebih dari 900 Produk di China Toy Expo 2026, Terus Perkuat Daya Saing Produk

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mereka yang tadi jadi pemicunya, sempat terjadi gesekan sedikit,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya.
Meski demikian, unjuk rasa tersebut secara garis besar berlangsung tertib dan kondusif.
“Intinya terkendali aman, walau ada kericuhan kecil,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya.
Baca Juga:
Side Akuisisi Studio “Games Art” Skala Kecil Roboto Entertainment guna Memperkuat Layanan Kreatif
Operasi Pelatihan HelpMeSee di Guwahati Menjangkau 51 Dokter Mata di Seluruh India Timur Laut
Kabid Humas Polda Metro Jaya mengatakan, lima orang tersebut kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan dan dilakukan pendataan.
“Masih diperiksa, sekarang (lima orang) di Polda Metro Jaya,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya.
Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes. Pol. Komarudin, S.I.K., M.M., menyebutkan ketegangan massa unjuk rasa di kawasan Patung Kuda karena adanya komunikasi yang salah antarkelompok pendemo.
“Kalau pantauan kami ada miskom. Karena tadi di satu ruas jalan yang lain, tepatnya di Merdeka Barat ada satu aliansi yang menyampaikan pendapatnya di muka umum, namun sepertinya dianggap mengganggu oleh kelompok yang di sebelahnya PA 212, sehingga ada ketersinggungan,” jelas Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Massa yang terlibat bersitegang tersebut, berjumlah sekitar 40 orang dan belum diketahui asalnya, ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat.
“Kurang lebih sekitar 40-an orang. Kita juga belum monitor mereka darimana, karena tidak ada pemberitahuan sama sekali,” ucap Kapolres Metro Jakarta Pusat.***










