INFO EKSPRES – Polda Metro Jaya menangkap lima pemuda yang menyusup dan diduga menjadi provokator saat berlangsung unjuk rasa di Bundaran Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Senin.
“Ada lima orang pemuda yang bukan merupakan kelompok elemen dari massa aksi yang mencoba menyusup dan provokasi,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes. Pol. Endra Zulpan, S.I.K, M.Si.
Kabid Humas Polda Metro Jaya mengatakan, kelima orang tersebut diduga sebagai provokator yang sempat membuat unjuk rasa memanas.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mereka yang tadi jadi pemicunya, sempat terjadi gesekan sedikit,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya.
Meski demikian, unjuk rasa tersebut secara garis besar berlangsung tertib dan kondusif.
“Intinya terkendali aman, walau ada kericuhan kecil,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya.
Baca Juga:
Whale Cloud Gandeng AGIBOT guna Mempercepat Ekspansi “Embodied AI” di Pasar Global
Diaspora Tionghua Dunia Gelar Ritual Bersama Menghormati Kaisar Kuning Xuanyuan di Henan
Kabid Humas Polda Metro Jaya mengatakan, lima orang tersebut kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan dan dilakukan pendataan.
“Masih diperiksa, sekarang (lima orang) di Polda Metro Jaya,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya.
Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes. Pol. Komarudin, S.I.K., M.M., menyebutkan ketegangan massa unjuk rasa di kawasan Patung Kuda karena adanya komunikasi yang salah antarkelompok pendemo.
“Kalau pantauan kami ada miskom. Karena tadi di satu ruas jalan yang lain, tepatnya di Merdeka Barat ada satu aliansi yang menyampaikan pendapatnya di muka umum, namun sepertinya dianggap mengganggu oleh kelompok yang di sebelahnya PA 212, sehingga ada ketersinggungan,” jelas Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Baca Juga:
Musim Mas Resmikan Smart Class di UINSU, Dukung Pembelajaran Digital dan Generasi Unggul 2045
Shanghai Electric Catat Kinerja Positif pada 2025, Nilai Pesanan Baru Capai Rekor Tertinggi
Mouser Electronics Bahas Peran Kecerdasan Buatan dalam Mengubah Teknologi dan Pengalaman Sehari-hari
Massa yang terlibat bersitegang tersebut, berjumlah sekitar 40 orang dan belum diketahui asalnya, ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat.
“Kurang lebih sekitar 40-an orang. Kita juga belum monitor mereka darimana, karena tidak ada pemberitahuan sama sekali,” ucap Kapolres Metro Jakarta Pusat.***










