Home / Politik

Sabtu, 11 Juni 2022 - 12:01 WIB

Polisi Sudah Tetapkan Ketua Khilafatul Muslimin Surabaya Sebagai Tersangka

Polisi Tetapkan Ketua Khilafatul Muslimin Surabaya Jadi Tersangka. (Pexels.com/Kindel Media)

Polisi Tetapkan Ketua Khilafatul Muslimin Surabaya Jadi Tersangka. (Pexels.com/Kindel Media)

INFO EKSPRES – Kepolisian kembali menetapkan pemimpin Khilafatul Muslimin sebagai tersangka.

Kali ini Ketua Khilafatul Muslimin Surabaya, Aminuddin Mahmud yang ditetapkan menjadi tersangka lantaran mengajak masyarakat untuk menerima sistem khilafah ketika anggotanya melakukan konvoi di kawasan Surabaya hingga Sidoarjo.

“Dalam kasus ini Polri menetapkan satu orang tersangka atas nama Aminuddin yang merupakan pimpinan Khilafatul Muslimin Surabaya,” terang Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto kepada awak media, Jumat 10 Juni 2022.

Adapun konvoi yang dipimpin oleh Aminuddin tersebut membagikan brosur kepada masyarakat dan  memasang pamflet di kendaraan masing-masing sekaligus mengajak masyarakat untuk mendukung kelompok Khilafatul Muslimin.

Baca Juga :  Sejumlah Tokoh Organisasi Terlarang dan Napiter Dukung Anies Jadi Presiden RI 2024, Ini Daftarnya

“Karena yang bersangkutan merupakan orang yang bertanggung jawab terhadap kegiatan konvoi, pembagian brosur, dan mengimbau masyarakat untuk mendukung Khilafatul Muslimin,” jelasnya.

Dirmanto menegaskan Aminuddin disangkakan bersalah karena dianggap proaktif untuk mengajak dan mengimbau masyarakat agar mendukung Khilafatul Muslimin pimpinan Abdul Qodir Baraja di Lampung.

Yaitu berupa ajakan kepada masyarakat tersebut terjadi saat melakukan konvoi rute Surabaya dan Sidoarjo pada hari Minggu 29 Juni 2022.

Baca Juga :  Diback-up Presiden Jokowi, Mampukah Ganjar Pranowo Lawan Megawati Soekarnoputri?

Penetapan tersangka dilakukan setelah pihak kepolisian melakukan pemeriksaan kepada saksi yang berjumlah 42 orang.

Ditambah dengan melibatkan saksi pihak ahli dari ahli hukum pidana, bahasa, sosiologi, dan agama.

Selain itu, barang bukti dari hasil penyitaan untuk dilakukan penyelidikan seperti buku, brosur dan bendera.

“Adapun barang bukti yang berhasil kita sita ada sekitar 63 buah. Baik itu dalam bentuk buku, pamflet, brosur bendera dan sebagainya,” ujarnya menambahkan.

Baca Juga :  Politisi PDIP Ruhut Sitompul Mungkin Lupa, Beken itu Bisa karena Kebaikan atau Kejahatan

Untuk diketahui dalam kasus ini, Aminuddin dijerat dengan Pasal 82 UU No 16 Tahun 2017 tentang Penetapan Peraturan Pengganti UU No 2 Tahun 2017 tentang Perubahan atas UU No 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, Pasal 107 KUHP, Pasal 15 UU No 1 tahun 1946, dan Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup, atau penjara 5 sampai 20 tahun.

“Ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup, atau penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara,” tandasnya.***

Share :

Baca Juga

Politik

Politisi PDIP Ruhut Sitompul Mungkin Lupa, Beken itu Bisa karena Kebaikan atau Kejahatan

Politik

Putri Gus Dur Temui Anies Baswedan, Terinspirasi Keberhasilan Formula E Jakarta

Politik

Politisi PKS Mardani Ali Sera Sebut Pembentukan Koalisi Parpol Semakin Dini Semakin Bagus

Politik

Penentuan Calon Presiden adalah Hak Prerogatif Ketum PDIP Megawati, Kata Ganjar Pranowo

Politik

 Presiden Bongbon

Politik

Perkembangan Wacana Jabatan Presiden 3 Periode Akhirnya Berada pada Titik Buntu

Politik

Siapa Mitra Parpol Koalisi Partai Nasdem? Kita Tunggu Kejutan dalam 2-3 Bulan ke Depan

Politik

Jika Anies Baswedan Jadi Calon Presiden maka Andika Dapat Dinegoisasi untuk Cawapres