Sebut Pilih Capres Jangan Sembrono di Partai Golkar, Jokowi Ingin Jadi King Maker?

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 31 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Presiden Jokowi. (Instagram.com/@airlanggahartarto_official)

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Presiden Jokowi. (Instagram.com/@airlanggahartarto_official)

INFOEKSPRES.COM – Beberapa hari lalu, Golkar diwanti-wanti Presiden Jokowi agar kalau pilih Capres jangan sembrono?

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.

Jokowi seharusnya sadar, dia bukan Dewan Pembina Golkar, dan dia adalah Petugas Partai PDIP. Dan sampai saat ini masih.

Jokowi harus sadar dia bukan dewan pembina Golkar, dan dia adalah Petugas Partai PDIP. Dan sampai saat ini masih.

Padahal tugas Jokowi sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan dan bukan ngurusi Capres.

Omongan Jokowi soal pilih capres jangan sembrono itu arogan dan tidak menghormati Golkar sebagai partai politik.

Omongan itu seolah dia adalah King Maker. Wong dia jadi presiden itu juga bersandar dan andalkan Parpol juga. Iya kan?

Apakah dia sendiri tanpa koalisi bisa jadi presiden? Tentu tidak bukan? Penentuan capres adalah murni ditentukan oleh partai masing2.

Apakah Jokowi minta ke Golkar begitu singgung Nasdem yang telah deklarasikan Anies Baswedan itu sembrono? Mbo ya mikir dulu atuh.

Pilih capres itu rumah tangga Golkar atuh. Omongan Jokowi itu mencerminkan jiwa antidemokrasi dan otoriter.

Seharusnya Jokowi tidak perlu keluarkan omongan capres sembrono.

Itu sama saja dengan menghina Surya Paloh, Nasdem dan Anies Baswedan. Karena selama ini yang telah deklrasasikan Capres baru Anies dan Nasedem.

Juga omongan Jokowi seolah singgung Megawati dan Ketum Partai-partai lainnya, seolah Capres itu harus sepersetujuan Jokowi?

Kalau demikian akan kacau karena Presiden tidak boleh campuri urusan internal Parpol-parpol.

Padahal saat ini sebagai Presiden, Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan dan tetap merangkap sebagai Petugas Partai PDIP, statemen Jokowi di depan Golkar itu akan blunder.

Sebaik nya Jokowi meralat omongan itu. Agar tidak terkesan campur tangan dalam urusan Capres. Karena itu bukan kewenangan nya mencampuri itu .

Oleh: Muslim Arbi, Drektur Gerakan Perubahan. ***

Berita Terkait

Anggaran DPR RI 2025 Meningkat, Biaya Jabatan Rp240 Juta
Pola Korupsi Migas: Dari Kebijakan Pertamina ke Garasi Riza Chalid
KPK dan DPR Bongkar Dugaan Korupsi Kuota Haji, BPK Hitung Kerugian Rp1 T
Sugiono Jadi Sekjen Gerindra, Prabowo Umumkan Struktur Partai 2025–2030
KPK Sebut Tak Pernah Diundang Ikut Pembahasan DIM RUU KUHAP Pemerintah
Presiden Prabowo Subianto Beri Sinyal Hijau: Semua Menteri Lolos dari Ancaman Reshuffle Kabinet
Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri Absen di Sarasehan BPIP, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Pengamat Sebut Sesuai Regulasi dan Kebutuhan Tugas Kedinasan Soal Penggunaan Jet oleh Ketua KPU Dibiayai Negara

Berita Terkait

Senin, 25 Agustus 2025 - 11:55 WIB

Anggaran DPR RI 2025 Meningkat, Biaya Jabatan Rp240 Juta

Jumat, 15 Agustus 2025 - 08:33 WIB

Pola Korupsi Migas: Dari Kebijakan Pertamina ke Garasi Riza Chalid

Selasa, 12 Agustus 2025 - 09:15 WIB

KPK dan DPR Bongkar Dugaan Korupsi Kuota Haji, BPK Hitung Kerugian Rp1 T

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Sugiono Jadi Sekjen Gerindra, Prabowo Umumkan Struktur Partai 2025–2030

Jumat, 18 Juli 2025 - 08:36 WIB

KPK Sebut Tak Pernah Diundang Ikut Pembahasan DIM RUU KUHAP Pemerintah

Berita Terbaru