Tercatat Ada 1.342 Masyarakat Indonesia yang Menetap di Negara Federasi Rusia

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 24 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktorat Perlindungan WNI Kemlu Judha Nugraha. (Dok. Humbanghasundutankab.go.id)

Direktorat Perlindungan WNI Kemlu Judha Nugraha. (Dok. Humbanghasundutankab.go.id)

INFO EKSPRES – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) terus memantau keadaan Warga Negara Indonesia (WNI) di Rusia.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.

Saat ini tercatat ada sekitar 1.342 masyarakat Indonesia yang menetap di federasi Rusia.

“Mayoritas adalah mahasiswa dan pekerja migran di sektor hospitality,” ucap Direktorat Perlindungan WNI Kemlu Judha Nugraha dalam wawancara, Sabtu 24 September 2022.

Berdasarkan pemantauan, seribuan WNI dilaporkan dalam keadaan baik-baik saja, meski Rusia menggelar mobilisasi parsial ke Ukraina.

Namun, katanya, jika suatu waktu situasi, dan kondisi keamanan di Rusia membahayakan, WNI segera dievakuasi.”

“”KBRI akan selalu meng-update rencana kontingensi,” ujarnya.

Sekalipun Rusia menggelar mobilisasi parsial ke Ukraina, katanya, aktivitas WNI di Negara Beruang Merah itu, sama sekali tidak terganggu.

“Yang terdampak kebijakan mobilisasi paraial adalah hanya warga Rusia, tentu tidak ada dampak pada warga negara asing,” katanya.

Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekrit tentang mobilisasi parsial yang dimulai pada Rabu pekan ini. Putin mengatakan dekrit itu bertujuan “membebaskan” wilayah Donbass Ukraina, dan mengeklaim warga di wilayah itu.

Mobilisasi parsial hanya untuk warga negara yang kini berstatus cadangan yang akan dikenakan wajib militer.

Mobilisasi parsial juga untuk mereka yang bertugas di angkatan bersenjata, memiliki spesialisasi militer tertentu, serta pengalaman yang relevan.***

Berita Terkait

Presiden Prabowo Akhiri Lawatan Multilateral, Tinggalkan Paris untuk Kembali ke Jakarta
Prabowo Dianugerahi Tanda Kehormatan Tertinggi Peru
Transformasi Polri 2025: Dedi Prasetyo Naik Wakapolri, 61 Dimutasi
Runway Selaparang Disulap Jadi Area Parkir FORNAS VIII
Penyelidikan Kematian Diplomat Muda Diintensifkan, Prabowo Ambil Sikap
Indonesia dan Brasil Eratkan Hubungan Dagang, Pesan untuk Dunia Global
KPK Panas, Skandal Surat Istri Menteri UMKM Jadi Sorotan Nasional
Dari Jalan ke Penjara: Kepala Dinas Sumut Terseret Skandal Rp231 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 13 Agustus 2025 - 08:26 WIB

Presiden Prabowo Akhiri Lawatan Multilateral, Tinggalkan Paris untuk Kembali ke Jakarta

Selasa, 12 Agustus 2025 - 08:27 WIB

Prabowo Dianugerahi Tanda Kehormatan Tertinggi Peru

Rabu, 6 Agustus 2025 - 07:34 WIB

Transformasi Polri 2025: Dedi Prasetyo Naik Wakapolri, 61 Dimutasi

Kamis, 31 Juli 2025 - 05:50 WIB

Runway Selaparang Disulap Jadi Area Parkir FORNAS VIII

Sabtu, 26 Juli 2025 - 10:19 WIB

Penyelidikan Kematian Diplomat Muda Diintensifkan, Prabowo Ambil Sikap

Berita Terbaru