![]() |
Edisi perdana SME AI Impact Awards, serta kemitraan publik-swasta terbaru diluncurkan untuk mempercepat transformasi AI di dunia usaha, memperkuat ketahanan siber, dan mengamankan infrastruktur digital Singapura
SINGAPURA, 23 Mei 2026 /PRNewswire/ — Di tengah langkah pelaku usaha yang semakin cepat menerapkan kecerdasan buatan (AI), tantangan yang dihadapi kini bergeser dari tahap uji coba menuju implementasi yang aman dalam skala besar. Banyak perusahaan masih menghadapi kendala teknis, kompleksitas operasional, serta meningkatnya ancaman siber ketika beralih dari proyek percontohan ke implementasi penuh. Lebih dari delapan dari 10 perusahaan mengalami sedikitnya satu insiden keamanan siber setiap tahun, menunjukkan semakin pentingnya penguatan ketahanan digital.
Senior Minister of State, Ministry of Digital Development and Information Mr. Tan Kiat How delivering an address at ATxEnterprise 2026
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam ajang ATxEnterprise 2026, bagian dari Asia Tech x Singapore, yang digelar oleh Infocomm Media Development Authority (IMDA) serta Informa, Menteri Senior Singapura yang juga menjabat Menteri Pembangunan Digital dan Informasi Tan Kiat How, meluncurkan sejumlah inisiatif baru untuk membantu perusahaan mengadopsi AI, memperkuat ketahanan siber, serta mempersiapkan infrastruktur digital Singapura untuk menghadapi masa depan. Pengumuman tersebut mencakup kemitraan baru dalam kerangka Digital Enterprise Blueprint (DEB) serta investasi lanjutan pada infrastruktur yang tahan terhadap ancaman komputasi kuantum.
Ajang Penghargaan Baru yang Mengapresiasi Pelopor AI di Singapura
Penerapan AI di kalangan perusahaan Singapura meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan Singapore Digital Economy (SGDE) Report 2025 yang diterbitkan IMDA, tingkat adopsi AI di usaha kecil dan menengah (UKM) melonjak lebih dari tiga kali lipat dari 4,2% menjadi 14,5% hanya dalam satu tahun. Sementara itu, tingkat adopsi AI di perusahaan non-UKM meningkat dari 44% menjadi 62,5% pada 2024.
Untuk mengapresiasi UKM yang berhasil menciptakan dampak bisnis nyata melalui AI, IMDA bersama Singapore Business Federation meluncurkan SME AI Impact Awards 2026 untuk pertama kalinya. Program ini merupakan bagian dari National AI Impact Programme (NAIIP) yang mendukung implementasi National AI Strategy (NAIS).
Penghargaan tersebut akan diberikan kepada maksimal 30 pemenang dalam dua kategori, yakni perusahaan yang mengembangkan solusi AI milik sendiri, serta perusahaan yang berhasil menerapkan solusi AI siap pakai. Para pemenang akan memperoleh SME AI Impact Award Trustmark guna memperkuat kredibilitas dan reputasi bisnis mereka.
Tahap pendaftaran dibuka mulai 1 Juni hingga 14 Agustus 2026, sedangkan para pemenang akan diumumkan di acara SMEs Go Digital Day pada 13 Oktober 2026.
Kemitraan Baru yang Meningkatkan Kapabilitas AI dan Ketahanan Siber
Untuk membantu UKM memperkuat kemampuan digital dalam bidang AI dan keamanan siber, IMDA memperluas program Digital Enterprise Blueprint melalui dua kemitraan baru bersama Grab dan RSM Stone Forest IT (RSM). Kedua kolaborasi tersebut akan menyediakan pendampingan langsung, perangkat praktis, serta keahlian yang dibutuhkan UKM untuk mengadopsi AI dan memperkuat ketahanan siber.
Grab bersama IMDA akan meluncurkan Grab AI Programme for SMEs yang menargetkan 10.000 UKM di sektor makanan dan minuman, e-commerce, serta ritel. Program ini mencakup peningkatan literasi AI, pelatihan, dan dukungan implementasi praktis melalui materi pembelajaran daring, webinar, kelas intensif, serta kursus AI selama dua hari yang dikembangkan bersama Singapore University of Technology and Design. Program tersebut membantu UKM menyusun rencana adopsi AI dengan memanfaatkan solusi AI yang telah disetujui IMDA.
Selain itu, RSM akan meluncurkan RSM Cyber2SME™ Programme yang menyediakan simulasi serangan phishing secara gratis bagi 2.000 UKM, serta lokakarya terkait risiko keamanan siber. Hingga 1.000 UKM juga akan memperoleh akses ke webinar dan tabletop exercise yang membahas ancaman siber, risiko AI dan data, serta strategi respons insiden.
Kemitraan ini melanjutkan keberhasilan DEB yang sejak diluncurkan pada Mei 2024 telah mendukung lebih dari 26.000 UKM. Dengan bergabungnya Grab dan RSM, IMDA menargetkan tambahan 12.000 UKM sehingga program tersebut semakin mendekati target, yakni mendukung 50.000 UKM pada 2029.
Panduan Baru untuk Mempermudah Transformasi AI
IMDA bersama SkillsFuture Singapore (SSG) dan Workforce Singapore (WSG) mengembangkan AI for Enterprise Impact Playbook, panduan baru yang membantu perusahaan dengan tingkat kematangan digital lebih tinggi dalam mengadopsi AI.
Disusun berdasarkan lebih dari 1.000 interaksi dengan pelaku usaha, panduan ini membantu perusahaan menilai kesiapan adopsi AI, mengidentifikasi dukungan yang tersedia, serta menentukan langkah implementasi yang tepat. Panduan tersebut juga mengintegrasikan berbagai program dan sumber daya dari IMDA, Enterprise Singapore (EnterpriseSG), SSG, dan WSG dalam satu kerangka yang lebih mudah digunakan.
Mengantisipasi Kerentanan AI
Sonar meluncurkan secara global agen remediasi AI terbaru di ATxSummit Singapura. Solusi ini dikembangkan bersama para insinyur dari IMDA dan Singapura. Teknologi tersebut membantu perusahaan mendeteksi, memperbaiki, dan memverifikasi secara otomatis berbagai masalah kode yang dihasilkan dalam proses pengembangan perangkat lunak yang didukung AI. Dengan demikian, kalangan perusahaan dapat menerapkan perangkat pengembangan berbasis AI secara lebih aman.
Membangun Daya Tahan Singapura terhadap Ancaman Kuantum
Sebagai pusat ekonomi digital, Singapura juga perlu memastikan sektor telekomunikasinya mampu menghadapi ancaman yang muncul dari perkembangan komputasi kuantum.
Untuk itu, IMDA menandatangani Memorandum of Intent (MoI) dengan Singtel, Ericsson, dan NCS Singapore guna menguji serta memvalidasi teknologi yang tahan terhadap ancaman kuantum dalam proses migrasi infrastruktur dan sistem milik Singtel. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat pertahanan Singapura terhadap ancaman kuantum, mendorong adopsi yang lebih luas di industri telekomunikasi, serta membangun status Singapura sebagai acuan transformasi digital yang aman di era komputasi kuantum.
Berbagai kemitraan tersebut menjadi langkah penting dalam perjalanan transformasi digital Singapura. Melalui inisiatif ini, kalangan perusahaan diharapkan dapat mengadopsi AI dengan lebih percaya diri, memperkuat ketahanan siber, serta membangun fondasi bagi masa depan digital yang lebih aman dan inovatif.
Informasi selengkapnya tentang ATxSG: asiatechxsg.com.
[1] Workforce Singapore (WSG) dan SkillsFuture Singapore (SSG) akan menjalani merger sebagai Skills and Workforce Development Agency (SWDA).
Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.
Media: atxsg.imda@archetype.co
















