Home / Nusantara

Jumat, 9 September 2022 - 16:54 WIB

Akibat Dilanda Banjir, 1 Jembatan Putus dan 662 Warga Kabupaten Sigi Terpaksa Mengungsi

Curah hujan yang tinggi menyebabkan meluapnya Sungai Gumbasa di Kabupaten Sigi. (Dok. BNPB Indonesia)

Curah hujan yang tinggi menyebabkan meluapnya Sungai Gumbasa di Kabupaten Sigi. (Dok. BNPB Indonesia)

INFO EKSPRES – Curah hujan yang tinggi menyebabkan meluapnya Sungai Gumbasa di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah pada Selasa, 6 September 2022.

Akibatnya, dua desa di dua kecamatan terendam banjir dan memaksa sebanyak 662 warga mengungsi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah melaporkan dua unit rumah rusak berat, 5 unit rumah rusak sedang dan 157 unit rumah rusak ringan. Selain itu, satu unit jembatan Gumbasa putus.

Baca Juga :  Satu Korban dalam Insiden Hard Landing Helicopter Ditemukan oleh Tim SAR Gabungan

Jembatan yang berada di ruas jalan Trans Palu-Kulawi dan menghubungkan dengan sejumlah kecamatan di Kabupaten Sigi itu tidak dapat dilalui.

Berdasarkan laporan tim reaksi cepat di lokasi banjir, dua desa yang terdampak antara lain Desa Sidondo, Kecamatan Sigi Biromaru dan Desa Pakuli Utara Kecamatan Gumbasa.

Pantauan di lokasi kejadian pada Rabu (7/9) sore, banjir telah surut namun masih menyisakan sisa lumpur.

Petugas BPBD Provinsi Sulawesi Tengah dan BPBD Kabupaten Sigi telah melakukan assessment dan mengerahkan alat berat untuk membantu melakukan pembersihan.

Baca Juga :  Banjir Mamuju Tengah, BPBD Aktifkan Posko Gabungan Tanggap Darurat Bencana

Merujuk informasi prakiraan cuaca BMKG untuk beberapa wilayah di Provinsi Sulawesi Tengah hari Kamis (8/9) dan Jumat (9/9), masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir/kilat dan angin kencang di wilayah Kabupaten/Kota Palu, Donggala, Sigi, Parimo, Poso, Touna, Tolitoli, Buol, Morowali, Morowali Utara, Banggai, Banggai Laut dan Banggai Kepulauan.

Baca Juga :  Personil Brimob Wamena, Bripda Diego Rumaropen Tewas, Usai Diserang Orang Tak Dikenal

Merespons hal ini, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah setempat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Warga juga diharapkan waspada saat terjadi hujan yang mengguyur wilayah lebih dari 1 jam dan terjadi peningkatan tinggi muka air, dapat melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman, khususnya bagi warga yang tinggal di area tanah yang tidak stabil dan berpotensi longsor.***

Share :

Baca Juga

Nusantara

Banjir Mamuju Tengah, BPBD Aktifkan Posko Gabungan Tanggap Darurat Bencana

Nusantara

Bupati Kabupaten Kepulauan Sula Tetapkan Status Tanggap Darurat Akibat Banjir Landa 13 Desa

Nusantara

Satu Korban dalam Insiden Hard Landing Helicopter Ditemukan oleh Tim SAR Gabungan

Nusantara

Personil Brimob Wamena, Bripda Diego Rumaropen Tewas, Usai Diserang Orang Tak Dikenal

Nusantara

Pertamina Apresiasi Polda Riau, Tangkap 18 Orang Pelaku Penimbunan Solar Subsidi

Nusantara

Banjir dan Tanah Longsor Terjang Kabupaten Garut Sebanyak 19.546 Warga Terdampak

Nusantara

14 Rumah Warga Jadi Korban Akibat Angin Kencang di Kabupaten Aceh Timur

Nusantara

Berdasarkan Laporan Masyarakat, Kepolisian Usut 3 Proyek Pembangunan di Dompu NTB