INFO EKSPRES – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, korban terdampak banjir serta tanah longsor di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, terus bertambah.
BNPB mencatat sebanyak 19.546 jiwa terdampak dan 785 jiwa mengungsi yang tersebar di 9 titik kecamatan.
“Data terkini per Senin 18 Juli 2022 malam, pukul 18.30 WIB, terdapat 6.314 KK atau 19.546 jiwa terdampak.”
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hal itu mengakibatkan pengungsian tersebar di 9 titik kecamatan, dengan jumlah 242 KK atau 785 jiwa,” terang Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam siaran persnya, di Jakarta, Selasa 19 Juli 2022.
Di kesempatan yang sama, Kepala BNPB Letnan Jenderal Suharyanto, bersama jajarannya saat ini sedang bertolak menuju lokasi bencana untuk melihat situasi warga yang mengungsi.
Adapun Kepala BNPB bersama Bupati Garut akan menuju Kampung Dayeuh Handap, Sungai Cipeujeuh, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota.
Baca Juga:
CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
Blokees Pamerkan Lebih dari 900 Produk di China Toy Expo 2026, Terus Perkuat Daya Saing Produk
Peninjauan di kawasan ini untuk melihat kondisi pascabencana.
Saat ini Kepala BNPB akan menuju titik pengungsian di sekitar wilayah terdampak.
Kepala BNPB juga siap memberikan bantuan logistik dan dana siap pakai yang digunakan selama masa tanggap darurat.***
Baca Juga:
Side Akuisisi Studio “Games Art” Skala Kecil Roboto Entertainment guna Memperkuat Layanan Kreatif
Operasi Pelatihan HelpMeSee di Guwahati Menjangkau 51 Dokter Mata di Seluruh India Timur Laut










