Home / Nasional

Kamis, 26 Mei 2022 - 09:28 WIB

Sidang Wanprestasi PN Makassar, Pengusaha Arab Nyatakan Takut Berinvestasi di Indonesia

Sidang gugatan PT OSS Al Masarat Internasional CO asal Arab Saudi terhadap PT Zarinda di PN Makassar. (Dok. Kuasa Hukum OSS Al Masarat Internasional CO, Yoyo Arifardhani)

Sidang gugatan PT OSS Al Masarat Internasional CO asal Arab Saudi terhadap PT Zarinda di PN Makassar. (Dok. Kuasa Hukum OSS Al Masarat Internasional CO, Yoyo Arifardhani)

INFO EKSPRES РInvestor dari Arab mengaku takut berinvestasi di Indonesia setelah kejadian wanprestasi dengan mitra pengusaha Indonesia.

Hal itu terkait dengan gugatan PT OSS Al Masarat Internasional CO asal Arab Saudi terhadap PT Zarinda yang diduga melakukan wanprestasi atau pelanggaran perjanjian dengan kerugian miliaran rupiah.

Direktur PT OSOS, Aldaej Saad Ibrahi melalui penerjemahnya mengaku sudah takut untuk berinvestasi di Indonesia.

Belajar dari sini, pihaknya memastikan bakal berhati-hati lain kali ketika ingin investasi.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Henry Surya, Bareskrim akan Periksa Alvin Lim

“Kita sudah tiga tahun bolak balik ke Indonesia tapi uang kami belum kembali,” katanya.

Kuasa Hukum OSS Al Masarat Internasional CO, Yoyo Arifardhani mengatakan, pada intinya pihaknya meminta keadilan, apalagi hal ini melibatkan kerjasama antara Indonesia dan Arab Saudi.

Hal itu disampaikan ada sidang lanjutan dengan agenda mendengar keterangan saksi pelapor di PN Makassar, Rabu, 25 Mei 2022.

“Dalam surat pernyataan ada Rp 258 miliar. PT OSS cuman minta keadilan aja surat pernyataan. Itu aja.”

Baca Juga :  Terkait Kasus Penembakan Istri TNI, Kodam Diponegoro Buru dan akan Tangkap Kopda M

“PT Zarindah membuat pernyataan Rp 258 miliar tapi tidak dilaksanakan. Dasar itulah yang menjadi tuntutan,” ujarnya

Lanjutnya, dari surat pernyataan itu sama sekali tidak ada pembayaran.

“Kami gak bisa ngomong karena itu rahasia investasi pribadi. Tapi pada dasarnya, PT Osos datang ke sini (menggugat) atas dasar pernyataan ditandatangi sendiri oleh direktur PT Zarindah sebesar Rp258 M.”

Baca Juga :  Timsus Polri Beri Penjelasan Soal Informasi Dugaan 3 Kapolda Terlibat Kasus Ferdy Sambo

“Tapi sampai saat ini belum dilaksanakan. Makanya PT Osos minta keadilan di Indonesia,” terangnya.

Ia kembali menegaskan, jika sampai saat ini PT Zarinda sama sekali belum menyetor keuntungan atau deviden dari investasi tersebut.

Padahal harusnya, pembayaran sudah dilakukan sejak tahun 2018 dan – 2020.

“Belum. Sesudah pernyataan, belum ada. Itu surat pernyataan akan membayar Rp 258 M. Tapi itu tidak ada dilakukan PT Zarindah,” pungkasnya.***

Share :

Baca Juga

Nasional

Berikut Ini Spesifikasi Pesawat Latih G-36 Milik TNI AL yang Jatuh di Selat Madura Jatim

Nasional

Penyakit Masyarakat Perjudian, Premanisme, dan Narkoba Pastikan Ditindak Tegas Polri

Nasional

Irjen Ferdy Sambo Akui Sebagai Dalang Pembunuhan Brigadir J, dan Halangi Penyidikan

Nasional

Terdakwa Dwidjono Pastikan Mardani H Maming Tak Terima Dana Gratifikasi Ijin Tambang

Nasional

Tercatat Ada 1.342 Masyarakat Indonesia yang Menetap di Negara Federasi Rusia

Nasional

CEK FAKTA: Beredar Sebuah Video yang Diklaim Tunjukkan Pentagon Dihantam Misil

Nasional

Willy Aditya Kirim Surat Terbuka kepada Presiden Jokowi Terkait RUU Pendidikan Kedokteran

Nasional

Polri Beri Penjelasan Terkait Soal Tilang Pengendara Motor yang Gunakan Sandal Jepit