Dorong Jalur Diplomasi, Pemerintah Indonesia Minta Rusia dan Ukraina Hentikan Perang

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 11 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi. (Dok. kemlu.go.id)

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi. (Dok. kemlu.go.id)

INFO EKSPRES – Pemerintah Indonesia meminta Rusia dan Ukraina untuk menghentikan perang dan menempuh jalur diplomasi.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.

Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam pidatonya menyambut para Menlu anggota G20 di Pertemuan Para Menlu Negara-negara G20, Bali.

“Sudah menjadi tanggung jawab kita untuk mengakhiri perang secepatnya dan menyelesaikan segala perbedaan dalam meja perundingan, bukan di medan tempur,” demikian pernyataan Retno dalam siaran langsung di Youtube resmi Kemenlu, Jumat 8 Juli 2022.

Retno mengatakan amat penting bagi tuan rumah RI untuk menggelar forum G20 yang berlangsung secara kondusif dan nyaman bagi semua pihak.

“Ini pertama kali sejak 24 Februari seluruh pemain duduk bersama di ruang yang sama,” ujar Retno, pada Kamis 7 Juli 2022.

Namun, hal yang tidak terduga terjadi ketika Menlu Rusia Sergei Lavrov keluar dari forum dan tak menghadiri sisa pertemuan menlu G20 di Bali gegara dikecam terus terkait invasi Moskow ke Ukraina.

Dalam forum tersebut, Menlu Amerika Serikat Antony Blinken hingga Menlu Jerman Annalena Baerbock terang-terangan mengecam keras invasi Rusia ke Ukraina.

“Apa yang kami dengar hari ini adalah paduan suara yang kuat dari seluruh dunia tentang perlunya agresi (Rusia) untuk diakhiri,” kata Menlu AS Antony Blinken dalam pertemuan tersebut.

Saat Blinken berbicara, Lavrov masih terpantau ada di ruangan rapat.

Namun, ketika Menlu Jerman Baerbock berpidato dan mengecam Rusia, Lavrov terlihat langsung meninggalkan ruang pertemuan, menurut sumber beberapa diplomat yang hadir.

Lavrov juga tidak hadir saat Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba menyampaikan pidatonya secara virtual dalam pertemuan itu.

Dalam acara puncak Pertemuan Menlu G20, Retno menyambut semua Menlu negara anggota forum ekonomi itu.

Beberapa di antaranya adalah Menlu AS Antony Blinken, Menlu Rusia Sergei Lavrov, dan Menlu China Wang Yi.***

Berita Terkait

Prabowo Subianto Ajak Lagi Koruptor Bertobat, Bantah akan Maafkan Koruptor yang Rugikan Negara
Kasus Pengamat Militer Connie Rahakundini Bakrie Jalan Terus, Bareskrim Sudah Periksa Rosan Roeslani
Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja: FGD KADIN dan BNSP Hasilkan Rekomendasi
Workshop LSP Microfinance: Transformasi SDM untuk Sukses Usaha Mikro
PAN Belum Tentukan Sikap Politik Terkait Calon Presiden yang akan Diusung dan Didukung
Dugaan Peredaran Narkoba, Polda Metro Limpahkan Kembali Berkas Teddy Minahasa ke Kejaksaan
LPSK Siap Kawal Bharada E Sebagai Justice Collaborator, Saat Lakukan Rekonstruksi Peristiwa
Seorang Youtuber Diamankan Polda Bali Gara-gara Konten Pornografi dan Judi Online

Berita Terkait

Senin, 30 Desember 2024 - 15:55 WIB

Prabowo Subianto Ajak Lagi Koruptor Bertobat, Bantah akan Maafkan Koruptor yang Rugikan Negara

Jumat, 8 Maret 2024 - 19:13 WIB

Kasus Pengamat Militer Connie Rahakundini Bakrie Jalan Terus, Bareskrim Sudah Periksa Rosan Roeslani

Kamis, 7 Maret 2024 - 22:23 WIB

Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja: FGD KADIN dan BNSP Hasilkan Rekomendasi

Rabu, 28 Februari 2024 - 11:37 WIB

Workshop LSP Microfinance: Transformasi SDM untuk Sukses Usaha Mikro

Kamis, 4 Mei 2023 - 14:15 WIB

PAN Belum Tentukan Sikap Politik Terkait Calon Presiden yang akan Diusung dan Didukung

Berita Terbaru